Sebelumnya

Blog Polisi EYD Pindah Rumah

Sudah sejak lama Thomas Arie Setiawan mengundang saya bergabung dengan weblogs.or.id yang beliau kelola. Awalnya saya sedikit ragu. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya saya memutuskan untuk menerima, dengan senang hati, ajakan Thomas.

Jadi mulai sekarang, blog Polisi EYD resmi pindah dan beralamat di http://weblogs.or.id/polisieyd/. Silakan kunjungi alamat baru ini dengan tulisan perdana Kalau yang Kacau.

Dalam kesempatan ini, saya ingin berterima kasih kepada Blogsome yang sudah menyediakan tempat selama ini. Terima kasih, tentu saja, juga ditujukan kepada Thomas, bukan hanya karena telah menyediakan “kapling”, tetapi juga karena bersedia melayani pertanyaan, permintaan, dan kerewelan saya tentang tempat baru ini. Saya juga berterima kasih kepada para pembaca yang sudi mengunjungi dan mendukung keberadaan blog ini.

Baiklah, sebelum tulisan ini berubah menjadi seperti pidato penerimaan piala Citra, silakan sesuaikan tautan Anda ke alamat blog Polisi EYD yang baru, beserta pula alamat pengumpannya (feed). Lema Pilihan pun dapat Anda nikmati, juga lengkap dengan pengumpannya. Polisi EYD di Blogsome akan tetap saya biarkan terbuka sebagai arsip dan Anda masih dapat memberikan komentar di setiap entri.

Sementara itu, undangan untuk menulis di blog Polisi EYD masih tetap saya tawarkan untuk Anda. :) Sampai saat ini, dua orang telah turut berbagi pengalaman. Terima kasih, Rina Buntaran dan Pujiono!

Komentar dan saran Anda—para pembaca—tentang blog ini masih selalu kami nantikan.

Aku cinta (ke)padamu …

Menjelang Hari Kasih Sayang, saya iseng mempertanyakan yang mana merupakan bentuk baku ungkapan cinta: “Aku cinta kepadamu” atau “Aku cinta padamu”?

Pengacuan ke KBBI menghasilkan penemuan berikut:

  1. kepada –> kata depan untuk menandai tujuan orang, contoh: buku ini saya berikan kepadamu
  2. pada –> i) kata depan yang dipakai untuk menunjukkan posisi di atas atau di dalam hubungan dengan, searti dengan “di” (dipakai di depan kata benda, kata ganti orang, keterangan waktu) atau “ke”, contoh: pada dasarnya, ada padanya (ku, mu), pada keesokan harinya; ii) menurut, contoh: pada sangkanya

Dan pencarian Google menghasilkan contoh-contoh berikut:

a. pengembalian UU Otsus Papua kepada pemerintah (www.kompas.com)

b. setia kepada bangsa dan masyarakat (www.ugm.ac.id )

c. komitmen kepada proses reformasi (id.wikipedia.org)

d. mengacu kepada dokumen ‘Computing Curricula 2005′ (detikinet.com)

e. menyerah kepada nasib dan takdir (www.republika.co.id)

f. sistem pengembalian yang layak dan konsisten pada pemegang saham (www.astaga.com)

g. yang berminat bisa datang tepat pada waktunya (www.pikiran-rakyat.com)

h. pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan (www.depdiknas.go.id)

i. pengembalian pada bank syariah tidak mengacu pada tingkat suku bunga (www.suaramerdeka.com)

j. dengan wewenang yang ada padanya (www.kompas.com)

Jika merujuk ke definisi # 1, tampaknya hanya contoh # a yang memenuhi persyaratan penggunaan kata depan “kepada”, sedangkan definisi # 2 membuat saya menyimpulkan bahwa contoh # f merupakan penggunaan kata depan “pada” yang tidak baku. Bagaimana menurut Anda?

Selamat Hari Kasih Sayang. Aku cinta kepadamu … (?)

Inilah Kata-kata yang Sering Dihamburkan

Tulisan “Hindari Pemborosan Kata” menampilkan beberapa kalimat yang mengandung pemborosan, yang sebenarnya dapat dihilangkan agar membuat kalimat menjadi efektif.

Berikut adalah daftar kata atau frasa yang sering dipakai tidak hemat tetapi banyak dijumpai penggunaannya.

Boros:
1. sejak dari
2. agar supaya
3. demi untuk
4. adalah merupakan
5. seperti … dan sebagainya
6. misalnya … dan lain-lain
7. antara lain … dan seterusnya
8. tujuan daripada
9. mendeskripsikan tentang
10. berbagai faktor-faktor
11. daftar nama-nama
12. mengadakan penelitian
13. dalam rangka untuk
14. berikhtiar dan berusaha untuk memberikan pengawasan
15. mempunyai pendapat
16. melakukan pemeriksaan
17. menyatakan persetujuan
18. Apabila …, maka
19. Walaupun …, namun
20. Berdasarkan …, maka
21. Karena … sehingga
22. Namun demikian,
23. sangat … sekali

Hemat:
1. sejak atau dari
2. agar atau supaya
3. demi atau untuk
4. adalah atau merupakan
5. seperti atau dan sebagainya
6. misalnya atau dan lain-lain
7. antara lain atau dan seterusnya
8. tujuan tanpa daripada
9. mendeskripsikan tanpa tentang
10. berbagai faktor
11. daftar nama
12. meneliti
13. untuk tanpa dalam rangka
14. berusaha mengawasi
15. berpendapat
16. memeriksa
17. menyetujui
18. Apabila …, tanpa kata penghubung
19. Walaupun …, tanpa kata namun
20. Berdasarkan …, tanpa maka
21. Karena … tanpa sehingga, atau sehingga tanpa karena …
22. Namun, tanpa demikian atau Walaupun demikian
23. sangat tanpa sekali, atau sekali tanpa sangat