13-06-2005
Asal Mula
Perkembangan Internet di Indonesia yang semakin hari semakin pesat menjadikan Internet diperlakukan sebagai “rujukan alternatif”—atau bahkan utama—bagi banyak orang. Banyaknya situs berbahasa Indonesia semakin memudahkan dan memberi kenyamanan orang yang berbahasa Indonesia dalam berselancar di Internet.
Sayangnya, tidak semua penulis situs tersebut seksama saksama terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Seringkali Sering kali ditemukan kesalahan mendasar dalam penggunaan EYD yang seharusnya bisa dihilangkan.
Polisi EYD tidak mengamati isi dari situs. Polisi EYD juga tidak peduli bagaimana si penulis situs menggunakan bahasa lain (bahasa slang, asing, gaul, dll) dalam situsnya. Akan tetapi ketika dia menggunakan kata atau frasa berbahasa Indonesia, maka dia harus menggunakannya dengan kaidah yang benar.
Dengan menyadari akan kesalahan-kesalahan tersebut, diharapkan para penulis situs berbahasa Indonesia menjadi lebih teliti sehingga tidak menularkannya kesalahan-kesalahan kepada pembaca.
Berikut adalah kesalahan mendasar dan umum yang sering kali ditemukan:
- Ejaan
praktek, seharusnya praktik
jadual, seharusnya jadwal
Nopember, seharusnya November
- Tanda baca
gelas, piring, sendok dan garpu
seharusnya
gelas, piring, sendok, dan garpu
- Awalan di- dan kata depan di
disana, seharusnya di sana
di rawat, seharusnya dirawat
- Ubah dan rubah
dirubah, seharusnya diubah
merubah, seharusnya mengubah

13-06-2005 @ 11:05
Bagaimana penggunaan singkatan seperti dll, dsb, dan sebagainya? Kapan dan di mana sepantasnya menurut Polisi EYD?
13-06-2005 @ 11:12
Meskipun singkatan-singkatan tersebut sudah sangat umum sehingga agak aneh jika ada pembaca yang tidak paham, sebaiknya hal tersebut tetap dihindari pada tulisan-tulisan resmi dan ilmiah.
14-06-2005 @ 4:24
Banyak juga ditemukan kesalahan pada penggunaan tanda baca “titik”. Seringkali penulisannya seperti berikut: “…apapun itu .” Tanda baca “titik” untuk mengakhiri kalimat diletakkan dengan jeda satu spasi. Dan, hal seperti ini banyak sekali ditemukan pada dokumen instansi pemerintahan.
14-06-2005 @ 4:51
blog yang berguna sekali! siapa sih yang bikin?
keep up the good work ya.lebih bagus kalo ada website nya aja sekalian
14-06-2005 @ 10:36
Nice work & good mission. Nambahin dikit, boleh ya. Setahuku yang benar saksama bukan seksama.
15-06-2005 @ 4:14
Wahhh….hebat sekali ide Anda Pak Polisi! Masyarakat kita ini memang tidak menguasai bahasanya sendiri, tetapi kerap menganggap enteng masalah tersebut. Namun, perkenankan saya memberikan sedikit koreksi pada tulisan Anda. 1)Penulisan huruf awal i pada kata internet tidak perlu kapital. Dahulu, pada awal kemunculannya, internet memang ditulis dengan huruf awal kapital karena merupakan istilah baru. Akan tetapi, setakat ini internet cukup ditulis dengan huruf kecil. 2)Sisipan pada tulisan Anda seharusnya ditulis dengan tanda pisah (–), bukan tanda hubung dan tanpa spasi. Dengan demikian, sisipan itu seharusnya tertulis “–atau bahkan utama–”. 3)Seksama ==> seharusnya saksama (KBBI 2002: 981). 4) Seringkali ==> sering kali (KBBI 2002: 1050). 5)”Tetapi” adalah konjungsi antarkalimat sehingga tidak dapat digunakan di awal kalimat. Alternatif: a) Namun,… b) Akan tetapi,…. 6)Maka dalam kalimat “…ketika dia menggunakan kata atau frasa berbahasa Indonesia, maka dia harus menggunakannya dengan kaidah yang benar.” tidak diperlukan karena sudah ada konjungsi “ketika” yang menunjukkan hubungan waktu. Sama halnya dengan kalimat yang menunjukkan hubungan sebab akibat seperti “Karena hujan, ia tidak datang.” Pada kalimat tersebut, “maka” tidak diperlukan karena maknanya sudah terkandung dalam konjungsi karena. 7)Subjek dia pada kalimat yang sama tidak perlu muncul dua kali karena sebenarnya dapat dilesapkan. Kalimatnya seharusnya berbunyi, “Ketika menggunakan kata atau frasa berbahasa Indonesia, dia harus menggunakannya dengan kaidah yang benar.”
“Dengan menyadari akan kesalahan-kesalahan tersebut, diharapkan para penulis situs berbahasa Indonesia menjadi lebih teliti sehingga tidak menularkan kesalahan-kesalahan ini kepada para pembacanya.” Kalimat itu kalau saya reparasi menjadi “Dengan menyadari kesalahan itu, para penulis situs berbahasa Indonesia diharapkan menjadi lebih teliti sehingga tidak menularkannya kepada pembaca.” bukankah akan lebih efektif? Salam takzim, Surjo Ganesha.
15-06-2005 @ 4:36
#6: Waah, polisinya ternyata kena tangkap juga.
Terima kasih Pak Surjo, atas koreksinya.
Huruf “i” pada Internet saya gunakan kapital mengacu pada definisinya di Wikipedia. Tanda hubung sepertinya berubah dengan sendirinya, tampak dari tampilan di dalam komentar yang Anda buat. Tapi untuk poin lainnya, saya mengerti.
Saya sungguh senang pengetahuan saya berbahasa menjadi bertambah. Sering mampir ya, Pak. Polisi yang satu ini memang masih harus sering diawasi.
30-06-2005 @ 20:52
Bagus! Bagus! Bagus!
Kita sama-sama belajar dan saling melengkapi ya.
salam,
04-07-2005 @ 14:35
Akhirnya, saya menemukan polisi yang lebih berguna dibanding polisi yang telah ada. Matur nuhun, hatur nuhun, dan terima kasih
13-07-2005 @ 22:42
saya mau bertanya lebih jauh perihal penggunaan huruf kapital dalam penulisan berbahasa Indonesia. Bagaimana merumuskan kaidah-kaidah pengunaan huruf kapital dalam bahasa Indonesia. Apakah, kaidah2 itu mengadopsi teori-teori dri penggunaan huruf kapital dari bahsa lain. pertanyaan ini muncul lantaran saya masih bingung mengenai penggunaan huruf kapital pada kata sapaan ‘Anda’ dan huruf kecil pada kata ‘kamu’. lalu saya juga dibingungkan oleh penggunaan hurf kapital pada singkatan-singkatan yang bukan merujuk pada lembaga. terima kasih.
20-07-2005 @ 11:45
#10: Pemakaian huruf kapital dalam bahasa kita diatur dalam EYD. Anda bisa merujuk pada Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan terbitan Balai Pustaka.
28-07-2005 @ 15:45
Saya tidak ingin memberikan komentar. Saya hanya ingin menanyakan pedoman penulisan dalam judul surat kabar, majalah, buku, dan lain-lain. Yang saya tahu, dalam penulisan judul, kata yang ditulis dengan huruf kecil adalah partikel (termasuk interjeksi, preposisi, konjungsi, dan artikel–tidak ada yang lain (lihat pengertian partikel hlm. 381 KBBI). Tapi, saya belum pernah menemukan satu literatur pun tentang itu, kecuali saya berpedoman pada penggunaan huruf kapital (No. 12 EYD)
Mudah-mudahan, Pak Polisi pasti bisa memberi saya jawaban yang memuaskan. Terima kasih!
09-08-2005 @ 15:53
Salam, aku mau tanya penulisan ayah, ibu, dll apakah harus dengan huruf kapital? bgm dengna penulisan orangtua atau orang tua
09-08-2005 @ 16:38
Jika itu kata sapaan, tulislah dengan huruf kapital. Perhatikan contoh berikut ini.
- Sudah lama Ayah menunggu di sini?
- Saya lupa, Bu. Maafkan saya.
- Saya pergi bersama ayah ke toko buku.
- Jangan sampai kamu mengecewakan ibu, ya!
Frasa yang benar adalah “orang tua”.
26-08-2005 @ 12:07
Pekerjaan saya memaksa untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sayang, saya sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan referensi yang terpercaya. Situs ini sungguh sangat membantu! Terima kasih.
06-10-2005 @ 21:17
bagaimana dengan penggunaan kata-kata serapan bahasa inggris secara serampangan terutama oleh para wartawan indonesia? contohnya penggunaan kata ‘opsi’ padahal kosakata asli bahasa indonesia yaitu ‘pilihan’ masih ada. mohon ditampilkan juga kecaman-kecaman terhadap kelakuan berbahasa yang semacam i ni.
21-10-2005 @ 20:34
Untuk Ade yang nanya ORANG TUA atau ORANGTUA, dan Polisi Bahasa.
Dalam KBBI memang yang benar adalah Orang Tua (dipisah). Tapi penulisan Orangtua (digabung) ada baiknya juga lho! Itu untuk membedakan old man (Orang Tua) dan Parent (Orangtua).
Pembedaan itu jadi salah satu gaya selingkung yang kami gunakan di Penerbit Mizan.
26-11-2005 @ 11:31
sebelumnya saya minta maaf di sini saya tidak akan berkomentar ttg hal-hal yang di atas tetapi saya ingin menanyakan sesuatu tentang konjungsi berlawanan misalnya “tetapi,namun,tapi dll mengenai pengertian,fungsi dan jenisnya. bahan ini saya gunakan untuk referensi skripsi saya ttg hal di atas. terimakasih atas bantuannya…(”,)
05-01-2006 @ 19:39
duh seneng banget da polisi seperti anda…lebih berguna daripada polisi sungguhan.
re cuma mo nanya penggunaan kalimat sapaan “Anda” dan “kamu” serta kasus personal pronomennya…mohon penjelasan beserta contohnya
26-01-2006 @ 6:07
lapor pak! maafkan jika bapak nanti sempat mampir ke blog saya dan bapak menemukan banyak sekali kesalahan saya dalam menuliskan kata2. (tolong jangan di tangkap) jika saya masuk bui… anak dan istri tidak makan di rumah
laporan selesai!
18-02-2006 @ 12:51
apa saja kaidah-kaidah penggunaan huruf kapital?terima kasih
07-03-2006 @ 10:16
Ada good cop, ada bad cop.
Anda good cop. Saya bookmark blog Anda.
08-03-2006 @ 18:50
Mana yang benar, SAMA SEKALI (dipisah) atau SAMASEKALI (disambung)?
17-03-2006 @ 20:22
ya amppuuunnn…
gw kaget bgt lho ada org yg rajin bgt bikin blog kyk gini…
kebetulan gw lg dpt tugas presentasi ttg EYD d skolah,, n this blog is really 100x helping me out…
salut buat yg bikin blog ini…
and thx…
05-05-2006 @ 19:51
Saya bingung dengan apa itu “Gaya Selingkung”, adakah yang bisa menjelaskannya?
30-05-2006 @ 20:56
lumayan buat tambah pengetahuan, bisakah saya dikirimi naskah gaya selingkung ke alamat email di atas, terima kasih atas atensinya,
Taufiq
29-06-2006 @ 3:38
mengenal bahasa indonesia dalam EYD sangat menarik sekali
tapi bahasa indonesia pertama kali siapa yg menemukan/menciptakan?
28-02-2007 @ 18:01
Mengapa tidak banyak orang menggunakan (lebih tepatnya mengenal) tanda kutip satu (’) dalam penyusunan kalimat? Padahal peruntukannya berbeda. ‘Tanda kutip satu’ hanya digunakan utuk mengasosiasikan suatu istilah saja, seperti ’si pecundang’, ’si binatang jalang’, dan lain-lain. Sedangkan ‘tanda kutip ganda’ (”) untuk menuliskan kalimat langsung atau menjelaskan suatu kalimat rujukan yang sedang dibahas. Contoh: “Kapan datang, Andy?” tanya Rina. Atau “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa..” demikian bunyi alinea pertama pembukaan UUD 1945.
28-04-2007 @ 20:46
Mengapa dalam KBBI, praktik = lihat ‘praktek’ ?
Dengan demikian, kata yang memiliki prioritas utama adalah ‘praktek’.
06-05-2007 @ 19:26
Sebenarnya kita perlu banyak membenahi KBBI yang telah kita miliki,karena pembuatan KBBI pertama kali diselesaikan tida terlalu sempurna, penggarapannya diselesaikan untuk sekedar proyek yang terbatas oleh waktu tanpa lebih jauh diulas dan diolah ke arah yang lebih baik.Yang terjadi kesalahan-kesalahan yang dianggap sepele padahal sangat serius untuk tata bahasa Indonesia dalam penulisan.
11-05-2007 @ 14:20
duri-tumpul, air-kering, api-dingin!!! hal itu merupakan apa majas atau apaa, tolong penjelasannya
15-05-2007 @ 10:38
Salam kenal. Mohon penjelasan, …,” kata gubernur (tanpa diikuti nama provinsi dan nama pejabat) penulisannya memakai huruf kapital atau huruf kecil. Dalam KBBI, akronim Wakil Presiden (Wapres) tanpa nama pejabat bersangkutan huruf depannya (W dan P) kapital. Terima kasih.
15-05-2007 @ 10:46
mohon penjelasan penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, misalnya, …,” kata Wapres, gubernur, …,” kata wali kota, dll. Dalam KBBI, akronim Wapres (Wakil Presiden), huruf depannya kapital, padahal tidak disertai negara dan nama pejabat bersangkutan. Mohon penjelasan. Terima kasih
25-06-2007 @ 11:16
Apa partikel kata seperti “dan” bisa dipakai pada awal kalimat?
25-08-2007 @ 16:24
gimana dengan bahasa slang seperti jayus, mupeng, gebetan, doski, doi, dll… apakah itu ada asal mulanya?ato ada pencetusnyan ngga? trims^_^
26-09-2007 @ 11:26
bener bener blog yang sangat sangat bagus,apakah anda tahu alamat web lain yang membahas tentang EYD ?atau anda punya web khusus masalah ini?
24-10-2007 @ 16:23
Pendidikan Reguler Angkatan 5, kalau disingkat jadi: Dik Reg Angkatan 5, atau Dik. Reg. Angkatan 5?
24-10-2007 @ 16:25
Pendidikan Reguler Angakatan 1, kalau disingkat menjadi: Dik Reg, atau Dik. Reg.?
11-12-2007 @ 11:01
Mas Polisi, mbok saya dikasih tahu tentang ciri-ciri KONJUNGSI ANTARKALIMAT! Pentiiiiiing banget. Nuwun.
05-02-2008 @ 17:01
Kalau mau kapital semua, yang benar Prof. IWAN atau PROF. IWAN?
06-05-2008 @ 23:49
“do’a orang tua sangat besar pengaruhnya dalam hidup sang anak”
jadi orang tua dipisah! (cerai ya maksudnya?) huwaaa, klowor