Tentang Memposisikan dan Memosisikan

Pada tulisan sebelumnya, Enda berkomentar tentang penulisan kata memosisikan dan memposisikan, juga kata memesona dan mempesona. Komentar saya berikutnya adalah bahwa saya lebih cenderung memilih kata memosisikan dan memesona sebagai kata yang tepat, sepadan dengan kata memetik dan memukul.

Tetapi setelah saya pikir lebih jauh, saya kok malah curiga jangan-jangan pendapat saya ini salah. :) Untuk kasus ini, setidaknya ada empat kemungkinan:

1. Memosisikan benar, memposisikan salah.

Pendapat bahwa kata memosisikan adalah benar, didasarkan pada kata dasarnya: posisi. Jika kata dasar putus dan pejam menjadi memutuskan dan memejamkan, maka kata posisi tentunya haruslah menjadi memosisikan. Juga kata memrihatinkan dan memarodikan.

2. Memposisikan benar, memosisikan salah.

(a) Kata posisi adalah kata serapan dari bahasa asing, dan jika ada yang berpendapat bahwa kata serapan tidak luruh jika diberi awalan me-, maka yang benar adalah memposisikan, sepadan dengan kata memprioritaskan dan memproklamasikan. Akibatnya, memprotes dan memprogram juga adalah kata yang benar alih-alih memrotes dan memrogram.

(b) Bisa jadi kasus ini juga dilihat dari jumlah suku kata pada kata dasarnya. Jika kata dasarnya memiliki lebih dari dua suku kata, maka dia tidak luruh pada awalan me-. Sehingga memposisikan dan memproklamasikan benar, tetapi memrotes dan memrogram tidak menjadi memprotes dan memprogram.

3. Keduanya benar.

Apakah ada kemungkinan bahwa kedua bentuk tersebut benar?

4. Ada pengecualian.

Selalu ada pengecualian untuk sesuatu, juga dalam berbahasa. :) Kalau kasusnya ini, mungkin perlu dibuat semacam daftar kata yang diterima sebagai kata baku tetapi tidak mengikuti kaidah yang berlaku.

Jika yang dipermasalahkan adalah kata dasar, jumlah suku kata, dan kata serapan, maka kata-kata berikut ini pantas menjadi pertanyaan:

posisi; memposisikan atau memosisikan?
pesona; mempesona atau memesona?
penjara; mempenjarakan atau memenjarakan?
promosi; mempromosikan atau memromosikan?
perintah; memperintahkan atau memerintahkan?
peduli; mempedulikan atau memedulikan?
prioritas; memprioritaskan atau memrioritaskan?
pelihara; mempelihara atau memelihara?
parodi; memparodikan atau memarodikan?
prihatin; memprihatinkan atau memrihatinkan?
proklamasi; memproklamasikan atau memroklamasikan?
percaya; mempercayakan atau memercayakan?

Juga

protes; memprotes atau memrotes?
program, memprogram atau memrogram?
praktik; mempraktikkan atau memraktikkan?

Dan tetap, kecenderungan pilihan saya ada pada kemungkinan pertama. ;)

20 komentar »


  1. Ricorea berkomentar,

    Menurut kaidah K,P,T,S, itu melebur jika digabung dengan awalan “me”, dan beberapa awalan lagi yang saya lupa. Soalnya, itu pelajaran SMP. So, “memposisikan” menjadi “memosisikan”, “memesona”, “memogram”, pokoke K,P,T,S itu melebur. Titik. :)

  2. hedwig berkomentar,

    bos, mendingan daripada omdo dan menurut saya, anda beli lah KBBI. KBBI adalah pedoman baku penulisan kata bahasa indonesia.

  3. lantip berkomentar,

    Komentar saya berikutnya adalah bahwa saya lebih cenderung memilih kata memosisikan dan memesona sebagai kata yang tepat, sepadan dengan kata memetik dan memukul.
    hmm.. pilihan kata “lebih cenderung memilih”, kok menurut saya agak janggal ya. terutama untuk seorang polisi :p apa nggak sebaiknya lebih memilih atau cenderung memilih saja? *kata temen-temen sih yang kayak gini termasuk oxymoron redundant hai yazid™* :D

  4. enda berkomentar,

    http://kbbi.blogspot.com hehe.

    bagaimana dengan MEMPENGARUHI VS MEMENGARUHI

    masa MEMENGARUHI sih?

  5. Polisi EYD berkomentar,

    #3: Begitu ya? Hehe. :) Terima kasih koreksinya.

    #4: Terimalah kenyataan. :-P Tapi kalau kata “pengaruh” bukan kata dasar, harusnya “mempengaruhi”. Di kamus ada kata “aruh”? Siapa yang punya? Hehe, payah… polisi kok tidak punya kamus. :-P Iya, nanti beli.

  6. Alia berkomentar,

    Wah menarik sekali blog Anda!
    *salam kenal*

    Jadi kesimpulannya, yang bener itu menurut Anda adalah:
    - memosisikan
    - memesona
    - memenjarakan
    - memengaruhi
    - dsb

    Memang, kalau menurut kaedah-kaedah yang baku penjelasan dan pembenaran itu masuk akal.
    Tapi bukankah seperti kata Anda akan selalu ada “pengecualian”?

    Nah, bagaimana caranya kita bisa tahu kapan
    k, p, t, s itu melebur atau tidak?
    Atau kita leburkan saja semua?

    Contohnya saja nih, kalau bahasa serapan itu kan memang enggak perlu dilebur.
    Tapi, menurut Anda “posisi” aja sebaiknya tetap dilebur? Nah lho…

    Jadi, gimana dong?

    *masih belum puas nih :(

  7. WenWen berkomentar,

    KBBI dan EYD kan ‘katanya’ juga masih banyak yang nggak konsisten… Perancis dan Prancis, sepak bola dan sepakbola, dll. Perlu juga untuk membahas kerancuan KBBI & EYD semacam itu.

  8. Hindun berkomentar,

    #6. Ane lupe. Maklum dah liwat beberapa abad yang silam. Awalan itu kan ada “me”, “men”, “meny”, dan banyak lagi. Disitu untuk nentuin peleburanya monokotil ape dikotil. Nanti aja deh. Gw mo tidur. Dah jam brapa nih?? :)

  9. Ucup berkomentar,

    Ehh… maap pak pulisi. “peleburanya” saya perbaiki dengan “peleburannya”. Maklum dah ngantuq.

  10. Polisi EYD berkomentar,

    #7: Betul. Contohnya kata “komoditas” dan “sekuritas”. KBBI berbeda dengan Kepmendikbud 1987 yang menetapkan bahwa kata baku adalah “komoditi” dan “sekuriti”. Bahasa Indonesia ini rupanya berkembang sangat pesat.

  11. hedwig berkomentar,

    CMIWW, KBBI diupdate setiap tahun. kalo tidak diupdate, salahkan mendikbud.

  12. femmy berkomentar,

    setahu saya, kalau awalannya konsonan ganda, katanya ngga melebur. jadi sudah betul memprogram, memproklamasikan, memprotes, mentransfer, dan sebagainya. kalau yang mempesona, mempunyai, mengkilat, saya cenderung memilih kata-kata ini dikecualikan saja dari aturan.

  13. drs. Tora Bika bin Sudiro berkomentar,

    K–>awalan(me)+”kacau”+akhiran(kan) := “me(ng)+acau+kan”
    P–>awalan(me)+”panas”+akhiran(kan) := “me+manas+kan”
    T–>awalan(me)+”tinju” := “me+ninju”
    S–>awalan(me)+”siasat” := “me+nyisat”

    Gileee…gw kaya Bu Tardi guru SMP ane 17 taun silam. :) Doi berpesan, klo kmu isded dan ditanya malaikat dalam kubur, inget. K,P,T,S itu melebur. :) Cuman, krn gw orangnya males (Hi Enda! :) ) gw gak yakin betul apa betul doi ngomong betul begitu ato gw yang lagi betul2 ngelantur?! Oohh..

  14. lantip berkomentar,

    eh.. sudah diedit.. sip sip.. :)

  15. Yohanes Nugroho berkomentar,

    Sudah saya cek di KBBI, yang benar adalah memesona dan memosisikan. Hidup KBBI :P

  16. Saya ini berkomentar,

    Eh benar ternyata ada kata “aruh” di kamus. Artinya kurang lebih sama dengan pengaruh. Jadi mempengaruhi adalah yang benar.

  17. Risko ILham berkomentar,

    KAYAKNYA YG BENER.. TERGANTUNG HURUF KEDUA DARI KATA DASARNYA HIDUP ATAU MATI ex: P”e”njara - memenjarakan, P”r”omosi - mempromosikan.. gitu kali ya.. :)

  18. Michael berkomentar,

    Di KBBI cet.2 disebutkan bahwa MEMPOPULERKAN adalah kata yang baku, tapi di cet.3 disebutkan bahwa MEMOPULERKAN adalah baku.

  19. Polisi EYD berkomentar,

    #16: Duh, telat bener komentar saya ini. Tidak ada kata aruh dalam kamus kita. “Pengaruh” adalah kata dasar sehingga “memengaruhi” adalah kata turunan yang benar.

  20. bennylin berkomentar,

    1.Kalau saya boleh berkomentar, untuk kata dasar yang terdiri dari 2 suku kata dan berawalan p, maka huruf awal ‘p’ akan melebur menjadi ‘memanah’, ‘memaku’, ‘memetik’, ‘memukul’, ‘memanas’. ‘Mementingkan’, ‘memadukan’, dan beberapa contoh lain juga masuk dalam aturan ini karena kata dasarnya masih dua suku kata (’penting’ dan ‘padu’ + akhiran). Kalau dua suku kata diberi awalan “pe-” maka tetap “mempe-”

    2.Setuju dengan femmy #12, pkata dasar bersuku kata dua dan berawalan konsonan ganda maka huruf “p” tidak melebur. Yang benar menurut saya adalah “memprogram”, “memprotes”, “memproses”, dan lain-lain.

    Ini pengamatan saya, bukan peraturan manapun, dan nampaknya tidak ada celah-celahnya


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>