16-06-2005
Di peringatkan
people.sejatinet.com: membantu microsoft mengerti opensource
tadi siang sebelom makan baca links ini. karena tadi di peringatkan sama mas aris gara2 posting di teknologia pake ha-te-em-el, jadinya daku bahas disini aja.
Seharusnya digabung: diperingatkan. Itu kan kata kerja.

16-06-2005 @ 13:48
usul: harusnya ada email atau halaman statik buat orang yang mau nanya atau submit kesalahan/pertanyaan.
nih gue: HIPNOTIS atau HIPNOSIS?
16-06-2005 @ 14:55
Bikin halaman statik (atau statis?
) kayaknya keren. Um, caranya gimana? Hehe…
16-06-2005 @ 17:22
“sebelom makan baca links ini” mestinya “sebelum”
16-06-2005 @ 17:37
#3: Kalau itu sih saya anggap sebagai bahasa populer yang sering kali digunakan agar “obrolan” menjadi tidak kaku dan lebih luwes. Selama Anda tidak sedang menulis tulisan resmi dan serius, saya rasa Anda boleh saja menggunakan kata-kata “nggak”, “dong”, “nanya”, “belom”, “gitu”, dll. Lain halnya jika ada kata “dirobah”, “di simpan”, “kwitansi”, nah itu perlu sedikit diingatkan.
Ah ya, ada kata disini yang luput.
*membayangkan Patrio melawak dengan EYD*
16-06-2005 @ 18:25
Maksudnya seperti tautan “Kaidah Berbahasa” di kanan itu loh, halaman tersendiri geto hehe
17-06-2005 @ 16:11
Pak Pol, memang kalau dalam bahasa percakapan–apalagi di internet–seh sah2 aja gitu loh pake kata2 yang ga baku untuk menghemat bandwith. Kecuali memang untuk hal2 yang prinsipal seperti dirobah, frekwensi, dsb. Coba deh lihat kalau chat dlam bahasa Inggris, walaupun bahasanya slang abis, ejaannya ga pernah salah kan? Dan logika bahasanya jalan. Ga kayak masyarakat qta yang banyak salah kaprah dengan bahasanya sendiri. Yahh…namanya juga bahasa yang masih muda. Masih perlu perbaikan dan penyempurnaan.
Ohya, Pak. Ik usul dunk. Topik berikutnya adalah soal penyerapan kata asing. Coba pikir deh. Kenapa fonem ph /f/ dalam bahasa Inggris bisa diserap menjadi /f/, tetapi bisa juga /p/.COntoh: Telephone==>telepon, tapi kenapa photo jadi foto??? Anehnya, kalau dari bahasa Arab, fonem /f/ malah jadi /p/. Misalnya “fikr” jadi pikir dan “fahm” jadi paham. Koq ga konsisten yah? Harusnya kalau photo jadi foto, telephone jadi telefon. Dan kalau asalnya udah f, kenapa malah jadi p seperti paham dan pikir?
09-11-2005 @ 9:42
Pak Polisi,
Tolong kasih pencerahan yang benar yang mana:
Di mana atau dimana?
Ke mana atau kemana?
Di sana atau disana?
Ke sana atau kesana?
Tengkyu.