Hipnosis atau Hipnotis?

Kedua kata adalah benar, yang sering kali salah adalah pemakaiannya.

Hipnosis adalah “keadaan seperti tidur karena sugesti…” (nomina), dan menghipnosis adalah “melakukan hipnosis” (verba). Sedangkan hipnotis adalah “berkenaan dengan hipnosis” (adjektiva).

Kata lain yang sejenis adalah analisis dan analitis. Kita menganalisis, bukan, tidak menganalitis?

Dengan demikian kalimat pada judul berita berikut ini adalah salah:
Republika: Pemilik Toko Dihipnotis, Rp 13 Juta Raib
Kompas: Janda Cantik Hipnotis Mahasiswi Pakai Permen
Pikiran Rakyat: Gagal Menghipnotis, Roh Dikeroyok Massa

Begitu kata K Bertens.

6 komentar »


  1. isman berkomentar,

    Apakah ada kemungkinan bahwa hipnotis itu serapan langsung dari hypnotize (yang merupakan kata kerja)? Karena itu, menurut saya, adalah alasan segelintir orang yang menggunakan hipnotis.

    Kalaupun, secara etimologi, KBBI mengatakan bahwa kita tidak menyerap kata hypnotize, hanya hypnosis, kemudian membuat kata kerja berdasarkan kata benda itu (dengan awalan me), maka bukankah sebaiknya sang penulis artikel Kompas tetap mengeksplorasi kemungkinan di atas (serapan langsung dari kata kerja asing)? Kesan saya, dari membandingkan dengan analisis dan analitis, penulis artikel seakan mencoba menghilangkan kemungkinan sanggahan untuk menunjukkan poinnya (yang memang valid).

  2. nona cyan berkomentar,

    Masa Kompas salah?

  3. Bi[G] berkomentar,

    wartawan kompas jugaa manusiaaa….

  4. chandra berkomentar,

    Anda anda ini mau membahas masalah hipnotis atau kata katanya? kalau anda membahas masalah kata katanya,, jangan disini lah,,,,membahas aja dengan guru bahasa anda. Orang yang ga ada kerjaan yang membahas masalah kata kata, kalau misalnya ada kesalahan. dan kita mengerti dan bisa memaklumi,,,,sok terus aja lanjut ke pendalaman topiknya. kalian ini semuanya sok bisa,…sok benar

  5. Evie W berkomentar,

    K. Bertens: “Asalkan disusun dengan benar, sebuah kamus memberi norma untuk memakai kata-kata sebagai nomina, adjektiva atau verba. Yang mengherankan, kalau kita menganggap penjelasan dalam KBBI sebagai norma, dalam surat kabar (dan dalam bahasa sehari-hari) hampir tidak pernah kita menemukan pemakaian kata hipnosis dan hipnotis yang sesuai dengan norma. Bahkan KBBI melanggar normanya sendiri. Sebab, dalam contoh yang menjelaskan lema barbiturat, sejenis obat tidur, KBBI mengatakan ’digunakan untuk hipnotis dan anastetis’ (hlm 108). Rupanya kuat sekali kecenderungan memakai adjektiva ini sebagai nomina!”

    Terus-terang, kata “hipnotis” (mirip kata kerja, Belanda: hypnotiseren; Inggris: hypnotize, hypnotise) maupun “hipnosis” (mirip kata benda, Belanda: hypnose; Inggris: hypnosis), yang diakui sebagai kata serapan dari bahasa asing, memang membingungkan.

    Mengenali hal di atas dengan melihat asal katanya, rasanya tidaklah terlalu sulit untuk memahami mengapa kuat sekali kecenderungan orang menggunakan kata kerja “menghipnotis/dihipnotis”, dan bukan “menghipnose/dihipnose”.

    Dalam hal ini saya kira saya, termasuk yang mudah ‘mungkar’, cenderung menggunakan kata “menghipnotis/dihipnotis”, bukan “menghipnose/dihipnose”.

    Lalu bagaimana dengan kata “terhipnotis”? Apakah seharusnya “terhipnose”? Atau hanya “hipnose” saja? Seperti dalam kalimat “Saya terhipnotis/terhipnose/hipnose oleh pandangan matanya yang tajam menghunjam,” (hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hipnotisme). Yang mana yang benar?

    K. Bertens: “Dengan kata lain yang sejenis bentuknya tidak terjadi begitu. Misalnya, kata analisis. Verba adalah menganalisis dan adjektiva analitis. Dalam pemakaiannya tidak ada kesulitan. Tidak pernah kita membaca kalimat seperti teks itu dianalitis oleh para pakar, umpamanya. Selalu akan dipakai dengan tepat dianalisis. Mengapa dengan hipnosis dan hipnotis tidak demikian?”

    Disayangkan K. Bertens membandingkan kata “hipnotis/hipnose” dengan kata “menganalisis”, dan menyebutnya sebagai “kata lain yang sejenis bentuknya”.
    Padahal kalau dilihat dari asal katanya -mengingat keduanya sama-sama kata serapan- kata kerja “menganalisis/dianalisis” (Belanda: analyseren; Inggris: analyse, analyze), kata sifat “analitis” (Belanda: analytisch; Inggris: analytical), kata bentukan di dalam bahasa Indonesia tidak berbeda jauh dari kata asalnya, jadi kecil kemungkinan salah dalam penggunaannya.

  6. methnosis berkomentar,

    hmmm, sudah sudah,,emang salah posting pak polisinya,tak kira pembahasan metoda hipnosisnya..
    yang saya tau hipnosis tuh prosesnya (adjectiva),,hipnotis lebih ke orangnya..

    Masalahnya mass media, cenderung make bahasa yg dikenal umum..kaya saya, nah sekarang pa polisi mau nilang saya ?


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>