Ke 478

www.jalansutera.com: Ondel-ondel, kalimat terakhir.

Hari ini Jakarta berulang tahun ke 478 tahun, semoga ondel-ondel tetap lestari…

Seharusnya ditulis ke-478, dan kalimat di atas dapat diubah menjadi:

Hari ini Jakarta berulang tahun yang ke-478, semoga ondel-ondel tetap lestari…

Contoh lain penulisan yang benar adalah abad ke-21, abad XXI, atau abad kedua puluh satu.

Mumpung sedang membicarakan ulang tahun; banyak juga dijumpai kesalahan pemakaian kata dirgahayu. Dirgahayu berarti “panjang umur” sehingga tidak perlu lagi diikuti dengan “yang kesekian” yang marak terlihat di spanduk-spanduk saat tujuhbelasan. Jadi kalimat “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-55!” seharusnya adalah “Dirgahayu Republik Indonesia!”

13 komentar »


  1. enda berkomentar,

    ini contoh salah langsung hehe: http://www.beritajakarta.com/V_Ind/hutdki_478_index.asp

  2. deRegen berkomentar,

    waduh, baru ketemu blog macam ginian. Mantap Pak/Bu, Mas/Mbak

  3. andre berkomentar,

    Halo,

    Kira-kira kalau kita nanya soal ejaan/istilah disini, polisi EYD-nya merasa gimana-gimana gitu nggak ya? :D

    Semoga enggak, soalnya kebetulan saya sedang ada yang ingin ditanyakan :D

    Misalnya desain vs disain, yang manakah yg benar?

    Aksesibilitas

  4. andre berkomentar,

    Wah, terpotong karena dianggap &lt– comment –&gt kali ya? :D

    Aksesibilitas, ini bisa diterima atau ada kata/istilah lain yang lebih cocok? Yang saya maksud disini adalah aksesibilitas seperti pada web accessibility.

    Terima kasih.

  5. andre berkomentar,

    Tambah dikit ah :D

    Forum diskusi tentang masalah bahasa ini rasanya masih sangat jarang, yang kalaupun ada letaknya terpisah-pisah sehingga barangkali menjadikannya kurang efisien.

    Kalau kita jadikan blog ini sebagai tempat diskusi, rasanya baik sekali… Saling bantu gituloh :D

  6. hericz berkomentar,

    Kalau sempat, cek EYD blog saya ya pak :D . Biar aku juga bisa berbahasa daripada Indonesia yang baek dan betul.

    Terimakasih

  7. Choe Rhee Djen berkomentar,

    Kalau menurut saya lebih baik kata “dirgahayu” itu saja yang dihapus dari perbendaharaan bahasa indonesia, daripada buat bingung orang sekampung begitu. Lagipula kata ini menurut saya adalah salah satu kata pengganti yang tidak perlu yang turut berperan dalam pemiskinan Bahasa Indonesia.

    Selamat berdirgahayu Jakarta :)

  8. indra berkomentar,

    memangnya Dirgahayu adalah EYD? seingat saya di era 80-an penggunaan kata ini masih jarang lho..

    Bravo Pak polisi.. situs anda sedikit banyak membuktikan, masih banyak yang peduli dengan bahasa Indonesia.

  9. allyn berkomentar,

    koreksi tugas BI saya yah……..
    teliti betul anda!
    (krn ini blog polisi EYD, saya tdk berani pakai bahasa gaul anak SMU pada umumnya…)

  10. gito berkomentar,

    Saya baru menelusuri tulisan mengenai Ke 478 ini. Terdapat dua kesalahan pada penulisan “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-55!”. Pertama seperti yang Anda bahas. Sedangkan yang ke-2, Republik Indonesia jumlahnya cuma ada satu, tidak sampai 55.

  11. ari berkomentar,

    pak polisi, nanti kalo bisa tolong tampilkan kesalahan-kesalahan penggunaan tanda baca yang ada pada koran sekaligus nama dan tanggal koran. terima kasih.

  12. Anto berkomentar,

    blog mengenai masalah kebahasaan ini cukup menarik. Semoga blog ini dapat membenahi kekacauan pemakaian bahasa Indonesia, yang umumnya dilakukan oleh orang Indonesia

  13. dewi berkomentar,

    awesome blog, hehe… jd terbuka mata n wawasan saya.
    Eh, mo tanya dong, yg bener, khawatir atau kuatir ya?? Thanks!!


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>