Selanjutnya

Membawahi dan Membawahkan

Ketika seseorang berhasil mengatasi sebuah masalah, itu artinya orang itu sudah menguasai masalah tersebut, seolah-olah dia berada di atasnya. Namun saat ini kita sudah sangat terbiasa menggunakan kata membawahi dengan makna yang sama dengan kata mengatasi. Presiden membawahi menteri diartikan dengan presiden adalah atasan menteri.

Padahal sebagaimana kata mengatasi, kata membawahi seharusnya juga adalah berarti berada di bawah yang lain sehingga kalimat ‘presiden membawahi menteri’ menjadi tidak tepat maknanya. Dengan demikian, kalimat yang sepatutnya adalah ‘presiden membawahkan menteri’ dan ‘menteri membawahi presiden’.

Sedangkan kata mengataskan dapat berarti ‘menganggap sesuatu lebih tinggi’ seperti pada kalimat: kita harus mengataskan kepentingan umum di antara kepentingan pribadi dan golongan.

Namun agaknya akan sangat sulit menghilangkan kesalahan ini.