Dibalik?

rony.digitalmediaworks.web.id: Dibalik Cerita Dahyang Sumbi.

Pemakaian kata depan di dan awalan di- yang sering tertukar adalah termasuk kesalahan yang paling banyak dilakukan. Beberapa kesalahan tersebut dapat langsung kita lihat dari kata yang mengikutinya. Misalnya, kata “dipasar” sudah tentu salah karena pasar adalah kata benda sehingga penulisan yang benar adalah “di pasar”. Demikian juga halnya dengan kata “di makan”, sudah jelas salah karena makan adalah kata kerja sehingga kata tersebut seharusnya ditulis “dimakan”.

Namun ada pula kata benda yang dapat diperlakukan sebagai kata kerja, atau yang berubah menjadi kata kerja setelah diberi awalan me- atau di- sehingga penambahan awalan di- ataupun kata depan di tidak bisa serta merta kita nilai kesalahannya tanpa melihat konteks kalimat secara keseluruhan.

Penulisan kata “dibalik”, misalnya, adalah benar pada kalimat “Agar tidak kotor, kertas itu harus dibalik“, tetapi salah pada kalimat “Siapa otak dibalik pembunuhan itu?”.

Andaikan kalimat Fakta Dibalik Ledakan Bom London adalah benar, maka kalimat tersebut bisa kita tulis ulang menjadi Ledakan Bom London Membalik Fakta. Apakah itu yang dimaksud dalam kalimat ini? :)

Hasil pencarian di Google menghasilkan begitu banyak kesalahan pemakaian kata “di balik”. Dari sekitar 29.300 situs yang muncul, 90 situs pertama yang saya amati menggunakan kata “dibalik” yang salah alih-alih “di balik”.

Ayo, di balik kesibukan menulis, penulisan kata depan dan awalan di jangan dibalik, ya!

10 komentar »


  1. lantip berkomentar,

    makasih.. hehehe.. saya memang salah. salam taklim. :)

  2. maruko berkomentar,

    wah makasih byk ya…
    saya jd byk belajar kaidah yg terlupa wkt sekolah
    salam kenal ya.

  3. bn berkomentar,

    Tuan, ada kegalauan nih. bagaimana dengan penulisan di sana? yang benar itu disana atau di sana? dimana atau di mana? terima kasih.

  4. Polisi EYD berkomentar,

    Tulislah “di sana” dan “di mana”, jangan “disana” dan “dimana”.

  5. Evie W berkomentar,

    Polisi EYD yang baik,

    Seingat saya, saat EYD diperkenalkan (1972) awalan “di” dibedakan sebagai berikut:
    1. “di” + katakerja = disambung; contoh: dimakan, dibalik (lawan kata membalik)
    2. “di” + tempat = ditulis terpisah; contoh: di Jakarta, di rumah (bandingkan dengan bahasa Inggris: in Jakarta, at home)

    Sedangkan untuk kata-kata yang padanannya di dalam bahasa Inggris terdiri atas satu kata, seperti
    “dimana” = which, where
    “disana/disitu” = there
    “disini” = here
    “diatas” = on
    “dibawah” = under
    “dibalik” = behind
    “didalam” = in
    “di” tidak ditulis terpisah.

    Mohon pencerahannya.

    Salam,
    Evie W

    PS: Sejak lebih dari 25 tahun saya merantau, jadi besar kemungkinan ada perubahan tentang hal ini yang terlewatkan oleh saya.

  6. Polisi EYD berkomentar,

    Tidak ada perbedaan penulisan pada kata-kata “hasil terjemahan” yang mengandung kata “di”. Untuk menandai tempat dan waktu, “di” selalu diperlakukan sebagai kata depan dan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

    Jadi penulisan yang benar tetaplah “di mana”, “di sana”, “di situ”, “di sini”, “di atas”, “di bawah”, “di balik” (”dibalik” adalah kata pasif dari “membalik”), dan “di dalam”.

  7. henny berkomentar,

    Wah! Senang sekali! Akhirnya perdebatan antara saya dan beberapa teman tentang penggunaan “di” dapat dikubur dalam-dalam.

    Mereka ‘kekeuh’ berpendapat bahwa penggunaan “di” sebagai penunjuk tempat hanya boleh dipisah kalau tempatnya jelas (misalnya: rumah makan, rumah sakit, rumah saya, rumah tetangga, rumah-rumahan, dan rumah-rumah lainnya). Menurut mereka, kalau tempatnya tidak jelas (misalnya: sana, sini, situ, atas, bawah, dan lain-lain), kata “di” tidak dipisah.

    Akhirnya, saya menyuruh mereka berkunjung ke polisieyd!

    Omong-omong, maaf nih kalau bahasa saya amburadul! Kebiasaan ngomong bahasa prokem sihhh…

  8. putut berkomentar,

    Saya pikir kata “dibalik” ada dua arti. “di balik meja” memang harus dipisah, karena memang di menunjukkan keterangan tempat. Sebaliknya, “dibalik kasus….” tetap digabung karena memang tidak menunjukkan keterangan tempat. Mirip kata “beside” = di samping (next to) dan “besides” = disamping itu…/selain itu… Bagaimana kawan-kawan…

  9. Nisa berkomentar,

    buat putut, tetap saja penulisan ‘di’ pada kalimat ‘di balik kasus’ harus dipisah karena konteks ‘di balik’ nya menunjukkan tempat.

  10. Rian Zebua berkomentar,

    Semoga kasus yang saya ajukan relevan dalam kategori topik ini. Saya sering membaca iklan di media cetak “Rumah di kontrakkan/dikontrakkan”, atau tulisan pada papan di depan rumah yang “dikontrakkan”.

    Menurut saya baik kata “di kontrakkan” maupun “dikontrakkan” tidak tepat. Kalimat “rumah di kontrakkan” bisa berarti - ada rumah yang terletak pada sesuatu benda yang bernama kontrakkan-. Jika digabung “rumah dikontrakkan” menurut saya juga kurang pas, tapi saya tidak tahu mengapa :)

    Lebih tepat “rumah disewakan”.

    Mohon pencerahan dari Pak Polisi

    Terima Kasih


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>