29-08-2005
Tanda Hubung dan Tanda Pisah
Pedoman EYD membedakan penggunaan tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) di dalam ragam tulisan. Perhatikan petikan berikut yang diambil dari paragraf pertama pada entri berjudul Blogshares Misi Kebersamaan di secandri.com.
… karena misi kali ini diperuntukkan HANYA untuk orang Indonesia, dan targetnya memang orang - orang Indonesia yang bermain Blogshares.
Salah satu fungsi tanda hubung adalah menyambung unsur-unsur kata ulang. Kata ulang pada kalimat di atas memang benar disambung dengan tanda hubung tetapi penulisannya seharusnya tanpa spasi. Jadi penulisan yang benar adalah “orang-orang”, bukan “orang - orang”.
Kemudian perhatikan paragraf ketiga pada entri yang sama.
Eh iya gw berharap banner itu dipasang selama mungkin, kalau 1 - 2 hari ya percuma …
Bagaimana menulis “1 - 2 hari” yang sesuai dengan kaidah EYD? Salah satu kegunaan tanda pisah (—) adalah untuk memisahkan dua bilangan atau tanggal dengan arti ’sampai’ sehingga penulisan frasa tersebut adalah “1—2 hari”, juga tanpa spasi.
Berikut adalah contoh lain yang benar dalam penggunaan tanda pisah.
Perang Diponegoro berlangsung tahun 1825—1830.
Seminar tersebut akan diadakan pada tanggal 20—23 September 2005.
Ruas jalan Bandung—Jakarta melalui Purwakarta, mulai Selasa, akan ditutup total.
Mungkin ada yang berpikir ini menyusahkan, ya? Akan tetapi, memang seperti itulah pedomannya.
