29-09-2005
Sekalipun dan ‘Sekali pun’
Tidak seperti partikel -lah, -kah, dan -tah yang ditulis serangkai, partikel “pun” ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Akan tetapi, frasa yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun, ditulis serangkai.
Namun, berhati-hatilah dengan kata sekalipun. Kata sekalipun yang ditulis serangkai dapat bermakna ‘walaupun’ atau ‘meskipun’, seperti pada kalimat berikut.
Sekalipun wajahnya menyeramkan, hatinya selembut sutra.
Sekarang perhatikan dua kalimat yang dikutip dari daunlontar.blogspot.com berikut ini.
kami belum pernah sekalipun berpelukan.
kami sekalipun belum pernah bertemu.
Karena ditulis serangkai, kata sekalipun pada kalimat tersebut boleh kita ganti dengan kata walaupun. Namun hasilnya menjadi kalimat yang tidak bermakna.
Kami belum pernah walaupun berpelukan.
Kami walaupun belum pernah bertemu.
Partikel pun yang ada pada kalimat tersebut seharusnya ditulis terpisah sehingga frasa “sekali pun” menjadi selaras maknanya dengan konteks kalimat keseluruhan, yakni berarti ’satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu kali’.
Nah, kalau sudah tahu perbedaannya, Anda pun tentu tidak perlu bingung dengan kalimat berikut. Sekalipun langit runtuh, sekali pun saya tidak akan menyerah.
