Standarisasi atau Standardisasi?

Anda tentu memerhatikan, kata standarisasi bersaing pemakaiannya dengan kata standardisasi. Misalnya saja, sebuah badan negara menggunakan kata standardisasi sementara ada juga lembaga pendidikan tinggi yang menggunakan kata standarisasi.

Kata yang kita permasalahkan ini berasal dari bahasa Inggris, standardization (atau ada juga yang menulis standardisation). Kata asalnya adalah standard yang kita serap menjadi kata standar. Sementara kata standardization kita serap menjadi standardisasi, bukan standarisasi.

Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa bukan standarisasi yang benar? Bukankah kata standar jika diberi akhiran -isasi akan menjadi standarisasi?”

Jawabannya adalah karena akhiran -isasi adalah akhiran asing yang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia sehingga harus diserap sebagai bagian kata yang utuh. Dengan demikian, kita harus menyerap kata tersebut dari bentuk asalnya, yakni standardization, menjadi standardisasi seperti juga pada kata implemen dan implementasi.

19 komentar »


  1. Ben berkomentar,

    ada referensinya?

  2. Polisi EYD berkomentar,

    #1: Anda bisa mencermati bab IV Pedoman Umum EYD tentang penulisan unsur serapan. KBBI pun telah memasukkan kata “standardisasi” sebagai lema tersendiri yang terpisah dari kata “standar”.

  3. fisto berkomentar,

    iya, bener…saya masih inget banget kata standardisasi, soalnya saya sempet ngeyel ama guru saya gara2 ulangan saya disalahin….padahal yang bener emang standardisasi.

  4. lantip berkomentar,

    wah, lama tak berkunjung (jadi malu) ternyata perwajahan polisieyd makin ciamik (bahasa indonesianya apa ya?). selamat.. selamat.. :)

  5. Imponk berkomentar,

    Lagi-lagi polisi eyd memang top!

  6. Polisi EYD berkomentar,

    #4: Bisa begini juga hasil jungkir-balik. :) Ada gak yang mau sukarela membantu merombak tampilan blog ini supaya lebih ciamik? “Ciamik” = menggemaskan? Hehe, bercanda.

  7. jalansutera berkomentar,

    Pak/Bu/Mas/Mba Polisi… bagaimana kalau bikin domain sendiri: www.polisieyd.or.id

  8. sandy berkomentar,

    maaf, tidak ada hubungannya dengan hal2 di atas. saya mau tanyakan, yang benar “roboh” atau “rubuh”?

  9. didats berkomentar,

    #6 kenalkan dulu jati diri anda, baru nanti saya coba bersukarela…
    apalagi kalau anda wanita..

    =))

  10. didats berkomentar,

    maaf, ketinggalan..

    “Anda tentu memerhatikan”

    kok tidak memperhatikan?

  11. Polisi EYD berkomentar,

    #7: Usul yang bagus. Ada yang mau menampung hosting-nya? Haha, maunya gratisan melulu. :)

    #8: “Roboh” adalah kata yang baku, sedangkan “rubuh” tidak disarankan pemakaiannya. Sebagai tambahan informasi, “kokoh” adalah kata yang tidak disarankan, sedangkan kata yang baku adalah “kukuh”.

    #9: Serius nih, Dats? :) )

    #10: “Perhati” adalah kata dasar, seperti juga kata “perkosa”, “percaya”, dan “perintah” sehingga kata turunannya adalah “memerhatikan”. Tak enak di telinga, ya? :)

  12. fisto berkomentar,

    berarti kata2 seperti demokratisasi, sosialisasi, dsb. itu salah ya??… :)

  13. Polisi EYD berkomentar,

    #12: Mengapa Anda menyimpulkan seperti itu? :)

  14. naga berkomentar,

    standar= patokan
    standardisasi artinya kurang lebih membuat standar, atau membuat patokan.
    ? jadi bisa ditulis: pematokkan
    ???

  15. Polisi EYD berkomentar,

    Memadankan kata “pematokan” (dengan satu huruf k) sebagai “standardisasi” adalah ambigu. Kata tersebut berarti pemancangan; proses, cara, atau perbuatan memasang patok.

    Kata yang lebih tepat adalah “pembakuan”.

  16. Babi- berkomentar,

    Aku mau tanya soal padanan kata default? apa ya gerangan?

  17. firman berkomentar,

    apakah penggunaan kata “jender” dari kata dalam bahasa inggris “gender” sudah tepat? dalam beberapa artikel koran Kompas menuliskan kata tersebut. menurut saya ini masuk akal karena pada contoh lain yaitu kata “jenderal”, bahasa inggrisnya adalah “general”.

    pertanyaanya adalah kenapa kata “gen” tidak menjadi jen, “gymnasium” tidak menjadi gimnasium, atau “gorilla” tidak mendjadi jorila?

    kenapa pula “Germany” menjadi Jerman dan “guard” menjadi garda? mohon penjelasannya

  18. saya berkomentar,

    perhati bukan kata dasar, tapi kata bentukan dari “hati”

  19. qq berkomentar,

    aku mau tanya..kalo pemerintah daerah, pemerintah pusat, walikota, bupati, dll tuh penulisannya yang pake huruf kapital yang mana aja sih?bingung….


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>