12-10-2005
Hidup dan Kehidupan
Sebuah surat elektronik saya terima dari Rina Buntaran, berisi pertanyaan tentang kerancuan penggunaan kata hidup dan kehidupan. Berikut petikannya.
Menurut Anda, mengapa “hidup” (yang di KBBI digolongkan sebagai kata kerja, dan menurut kamus Inggris kata sifat) sering digunakan sebagai kata benda, misal: perjalanan hidup, sepanjang hidup, dalam hidup, dsb.? Bukankah lebih tepat jika yang digunakan adalah “kehidupan” yang jenis katanya adalah kata benda? (Atau justru penggunaan “hidup” dalam contoh di atas sudah benar?)
Menarik. Namun ilmu saya sepertinya belum sampai ke sana, nih.
Bentukan tersebut (”perjalanan hidup”, “sepanjang hidup”, dst.) agaknya adalah hasil terjemahan langsung dari frasa berbahasa Inggris. Kata life sering kali diterjemahkan menjadi “hidup” sementara terjemahan yang sepadan seharusnya adalah “kehidupan”.
Kata “hidup” dalam bahasa Indonesia dikelaskan sebagai kata kerja sehingga gabungan kata yang disebutkan tadi menjadi terasa janggal. Frasa yang masuk akal seharusnya adalah “perjalanan kehidupan” dan “pedoman kehidupan”.
Namun demikian, KBBI sendiri ternyata memasukkan “pandangan hidup” dan juga “jalan hidup” sebagai gabungan kata.
Bagaimana pendapat Anda?
