SelanjutnyaSebelumnya

Hidup dan Kehidupan

Sebuah surat elektronik saya terima dari Rina Buntaran, berisi pertanyaan tentang kerancuan penggunaan kata hidup dan kehidupan. Berikut petikannya.

Menurut Anda, mengapa “hidup” (yang di KBBI digolongkan sebagai kata kerja, dan menurut kamus Inggris kata sifat) sering digunakan sebagai kata benda, misal: perjalanan hidup, sepanjang hidup, dalam hidup, dsb.? Bukankah lebih tepat jika yang digunakan adalah “kehidupan” yang jenis katanya adalah kata benda? (Atau justru penggunaan “hidup” dalam contoh di atas sudah benar?)

Menarik. Namun ilmu saya sepertinya belum sampai ke sana, nih. :)

Bentukan tersebut (”perjalanan hidup”, “sepanjang hidup”, dst.) agaknya adalah hasil terjemahan langsung dari frasa berbahasa Inggris. Kata life sering kali diterjemahkan menjadi “hidup” sementara terjemahan yang sepadan seharusnya adalah “kehidupan”.

Kata “hidup” dalam bahasa Indonesia dikelaskan sebagai kata kerja sehingga gabungan kata yang disebutkan tadi menjadi terasa janggal. Frasa yang masuk akal seharusnya adalah “perjalanan kehidupan” dan “pedoman kehidupan”.

Namun demikian, KBBI sendiri ternyata memasukkan “pandangan hidup” dan juga “jalan hidup” sebagai gabungan kata.

Bagaimana pendapat Anda?

Pasca- dan Antar-

Dibandingkan dengan bentuk terikat lain, pasca- dan antar- adalah yang paling sering dipakai. Sayangnya penulisan bentuk terikat ini masih sering kali salah.

Bentuk terikat harus selalu ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya kecuali pada bentuk terikat maha- dan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital. Jika sebuah bentuk terikat diikuti oleh kata yang diawali dengan huruf kapital, maka di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).

Contoh penulisan yang benar: pascasarjana, pasca-Bom Bali, pasca-Pemilu 2005, pascaproduksi, pascabayar. Hasil pencarian di Google menampilkan bagaimana media massa, dan juga blog, melakukan kesalahan ini. Sebagian di antaranya ditampilkan berikut ini.

Penulisan pasca- di republika.co.id, detik.com, pikiran-rakyat.com, suaramerdeka.com, media-indonesia.com. Antar- di republika.co.id, detik.com, pikiran-rakyat.com, suaramerdeka.com, media-indonesia.com. Penulis blog pun tak lepas dari kesalahan penulisan pasca- dan antar- ini.

Namun tampaknya Kompas menyadari aturan ini sehingga sedikit sekali kesalahan penulisan bentuk terikat di dalam artikel-artikelnya.

Lema Pilihan

Blog ini kini menampilkan wajah baru.

Selain tata wajah, Anda juga bisa meilhat sebuah kolom berjudul Lema Pilihan di bagian kiri. Kolom ini rencananya akan berisi beberapa kata yang menjadi lema di dalam KBBI, tetapi jarang sekali kita gunakan. Selain ingin menunjukkan kekayaan kata dalam bahasa Indonesia, penambahan kolom ini pun semoga dapat menambah pembendaharaan kata yang kita miliki.

Terima kasih Nao, yang telah membuat desain “Orange Sky”. Namun karena adanya penambahan kolom tersebut, saya pun terpaksa memodifikasi desain ini menjadi tiga kolom.