02-12-2005
Dari dan Daripada
Mari kita perhatikan dua petikan paragraf berikut ini.
Warga Kota Semarang keberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif antara 30 sampai 60 persen. Angka ini jauh lebih besar dari persentase kenaikan harga BBM. (Liputan6.com: Masyarakat Mengeluhkan Kenaikan Tarif Angkutan)
Pelabuhan yang jauh lebih kecil dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut. Bahkan, lebih sibuk dari siang harinya. (Media Indonesia: Mengungkap Penyelundupan Mobil Mewah)
Kata dari dan daripada tidak sama pemakaiannya. Kata dari dipakai untuk menunjukkan asal sesuatu, baik bahan maupun arah, sedangkan kata daripada berfungsi membandingkan.
Di dalam petikan pertama terdapat pula kata keberatan yang salah penggunaannya. Keberatan adalah kata benda, bermakna perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, dan sebagainya. Contoh pemakaiannya dalam kalimat: Terasa benar keberatan naiknya harga BBM itu bagi rakyat.
Kata yang tepat yang seharusnya digunakan dalam kalimat tersebut adalah berkeberatan, sebuah kata kerja yang berarti merasa berat, kurang setuju. Kata keberatan sebagai kata kerja biasanya digunakan dalam ragam percakapan. Dalam entri yang terpisah, akan kita bahas pula tentang kebiasaan menanggalkan awalan ber- yang salah ini.
Perhatikan lagi “kalimat” berikut yang diambil dari petikan kedua.
Bahkan, lebih sibuk dari siang harinya.
“Kalimat” di atas tidak memiliki subjek sebagai syarat lengkapnya sebuah kalimat. Kalimat dalam ragam resmi, baik tertulis maupun percakapan, sekurang-kurangnya harus memiliki subjek dan predikat.
Jadi, kalimat-kalimat tersebut seharusnya ditulis seperti berikut.
Warga Kota Semarang berkeberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif antara 30 sampai 60 persen. Angka ini jauh lebih besar daripada persentase kenaikan harga BBM.
Pelabuhan yang jauh lebih kecil daripada Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut. Bahkan, pelabuhan tersebut lebih sibuk daripada siang harinya.
Kalimat di atas dapat pula ditulis seperti berikut.
Pelabuhan yang jauh lebih kecil daripada Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut, bahkan lebih sibuk daripada siang harinya.

02-12-2005 @ 16:10
kalau saya menulisnya menjadi
warga kota semarang merasa keberatan dengan … boleh tidak?
saya jadi ingat sama parto dan pejabat tua yang masih senang mengucap : yang mana dari pada namanya
:)
02-12-2005 @ 17:22
Hmmm… rasanya tidak tepat juga. Sebaiknya ditulis “merasa berat”.
Kalimat berikut adalah contoh lain pemakaian kata keberatan: Keberatan warga Kota Semarang atas kenaikan tarif angkutan umum dapat dimaklumi.
07-12-2005 @ 20:42
Apakah tidak ada peluang buat kata “dari” untuk menggantikan “daripada” pada sebuah kalimat perbandingan dengan alasan lebih enak didengar. Mungkinkah kita menganggapnya sebagai bentuk singkat dari kata “daripada”? Misalnya :
“Puisi CA lebih dari sekedar kata-kata indah” terasa lebih enak didengar dibanding kalimat “Puisi CA lebih daripada sekedar kata-kata indah”.
Trims
20-12-2005 @ 12:48
#3: Wah, kalimat terakhir malah lebih enak terdengar buat saya.
Di dalam ragam tak resmi, penggunaan “dari” sebagai pengganti “daripada” sudah lazim. Namun, hindarilah hal tersebut digunakan pada ragam resmi.
06-01-2006 @ 1:37
Salam kenal.
Salut buat pak polisi.
Ada juga orang yang berkenan menjadi polisi bahasa kita.
Paling tidak, ini bisa jadi “pagar” buat kita agar berhati-hati menggunakan bahasa. Selain itu, apa yang dibahas pak polisi bisa menjadi pelajaran yang mungkin tidak kita dapat di sekolah.
Siapa pun Anda, saya memberi salut atas apa yang Anda lakukan.
Saya mau bertanya, Pak.
Tulisan pak polisi:
Warga Kota Semarang berkeberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif ANTARA 30 SAMPAI 60 persen. Angka ini jauh lebih besar daripada persentase kenaikan harga BBM.
Bukankah kata ANTARA berarti di tengah-tengah?
Mungkin sebaiknya kalimat Pak Polisi seperti berikut ini:
Warga Kota Semarang berkeberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif ANTARA 30 DAN 60 persen. Angka ini jauh lebih besar daripada persentase kenaikan harga BBM.
atau
Warga Kota Semarang berkeberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif SEBESAR 30 SAMPAI 60 persen. Angka ini jauh lebih besar daripada persentase kenaikan harga BBM.
Soalnya, untuk konteks yang menunjukkan arti di tengah-tengah, kata ANTARA biasa berpasangan dengan kata DAN, seperti lagunya Vina Panduwinata: antara Anyer dan Jakarta….
:) maaf kalau ada yang salah
06-01-2006 @ 8:27
Terima kasih atas pencerahannya, Bung Kaboel. Anda benar. Dengan demikian, kesalahan telah diperbaiki.
31-07-2007 @ 10:27
Bagaimana dengan penulisan “dan”. Studi kasusnya:
1. Ayah, ibu, kakek, dan nenek pergi ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Tante Tina.
2. Ayah, ibu, kakek dan nenek pergi ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Tante Tina.
Dari dua contoh tersebut yang mana penggunaan tanda baca “,” dan “dan” yang benar, 1 atau 2? Mohon bantuan Polisi EYD.
Salam, Samuel Tambunan