20-12-2005
Kreatif dan Kreativitas
Perhatikan beberapa petikan paragraf berikut ini.
Sebagai pekerja seni, Pablo Picasso, Lord Byron, dan Dylan Thomas memiliki kreatifitas yang lebih besar dibanding umumnya orang. (Kompas)
Menurut saya tidak semua keisengan itu sifatnya negatif, walaupun konotasinya cenderung demikian. Keisengan bisa jadi medium ekspresi kreatifitas seseorang. (ronny.haryan.to: Iseng dan Kreatifitas)
Berbagai perlombaan yang melibatkan kreatifitas pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) seluruh Kabupaten Bekasi meriahkan kawasan Lippo Cikarang. (Tempo Interaktif)
Kagum banget deh, dengan para peserta yang menampilkan kreatifitasnya, walaupun sambil di guyur hujan. (dinny’s blog)
Kita mengenal kata kreatif yang diserap dari kata creative. Akhiran -ive atau -ief (Belanda) memang disesuaikan menjadi -if sehingga terbentuklah kata-kata serapan seperti kreatif, demonstratif, aktif, dan selektif. Setelah diserap, kata-kata tersebut dapat kita beri imbuhan menjadi kekreatifan, pengaktifan, dan lain-lain.
Namun, ketika menyerap sebuah istilah asing yang berakhiran, kita harus menyerap akhiran pada kata tersebut sebagai bagian kata yang utuh di dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian kata creativity akan kita serap menjadi kreativitas, bukan kreatifitas (unsur v tetap diserap menjadi v dan akhiran -ty menjadi -tas).
Contoh kata serapan lain yang senasib antara lain aktif dan aktivitas (bukan aktifitas), sportif dan sportivitas (bukan sportifitas), sensitif dan sensitivitas (bukan sensitifitas), produktif dan produktivitas (bukan produktifitas).
Oh ya, pada petikan ke-4, “di guyur hujan” seharusnya ditulis “diguyur hujan”.

20-12-2005 @ 12:48
Orang yang kreatif memang kadang-kadang menuliskan kata kreativitas mennggunakan huruf ‘f’ bukan ‘v’. Mereka melakukan aktivitas ini karena kekreatifan mereka, bukan karena kepasifan mereka untuk belajar bagaimana menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Betul?
20-12-2005 @ 17:36
Makasih udah dikoreksi
. Dan makasih juga dah promosi gratis ;P
20-12-2005 @ 17:57
Kalau ‘kreatip’ gimana? terutama buat saudara-saudaraku the Sundanese, karena sulit untuk membedakan f, v, dan p. Tapi tidak berarti mereka tidak kreatip.
20-12-2005 @ 18:27
Wah, baru tau
Terima kasih sudah dikoreksi.
21-12-2005 @ 17:21
wuih! ada polisi EYD. klo ada razia bisa kena nih
21-12-2005 @ 19:37
Apa bedanya singkatan dan akronim, Pak Pol? Kapan harus menggunakan singkatan dan kapan akronim?
Saran saya ditambahkan tempat untuk bertanya, agar tidak mengganggu topik yang disampaikan.
22-12-2005 @ 15:01
Biasanya gue sebagai seorang penulis naskah, selalu berpatokan pada KOMPAS untuk mencari tahu ejaan yang benar.
Tapi ternyata, KOMPAS juga masih salah toh huhuhu
24-12-2005 @ 11:46
#7 berpatokan pada KOMPAS? hari gini?
25-12-2005 @ 19:52
#6 Kalo ngga salah, singkatan itu misalnya EYD,PRT, DPR, MPR, MA, dll.
Trus kalo akronim misalnya rutan, ABRI, IGOS, IPA, dll.
Wah, semoga pak polisi ngga pernah razia blog jadul™
25-12-2005 @ 22:35
wah saya selama ini malah pake “p”…*menunduk
27-12-2005 @ 10:07
#6: Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Seno (#9) sudah memberikan contoh-contohnya.
28-12-2005 @ 9:36
hi,
bagaimana mau mengajukan pertanyaan kepada polisi eyd yah
mau tanya perbedaan ‘dikarenakan’ dan ‘karena’
thx
11-01-2006 @ 8:18
Boss, tak tunggu-tunggu dari dulu kok gak ada yang membahas MINIMALISASI, MINIMISASI, OTOMATISASI, OTOMASI? Ada yang punya referensi?
13-01-2006 @ 14:59
Wahhh…wahhh…bahasa indonesia tuh amat sangat njelimet ya….
25-02-2006 @ 10:39
boleh juga tuh komentarnya. Yang pasti bahasa kita akan mencerminkan siapa kita, bukan? Bahasa menunjukkan bangsa. Apakah kita bangsa beradab, bangsa berpendidikan atau bangsa … at?! coba pelajari bahasa pejabat dan politisi negara kita, …??
05-06-2006 @ 6:43
Bagaimana dengan kata serapan dari “design”? Apakah “desain” atau “disain”?
12-08-2006 @ 11:53
wah makasih atas pencerahannya. dulu saya sering disalahin dosen karena salah ejaan. Bahasa indonesia seharunya ngikuin trend juga, bukan nyiptain seenak udel dewe (tetikus)
07-09-2006 @ 17:47
tapi kalo saya biasanya kreatov bener apa salah ini yak
10-09-2006 @ 15:07
Kita kalau perlu tidak usah ‘nyalin “daripada” kata-kata asing. Lebih baik kita ciptakan ‘aja istilah sendiri. Dipungut dari bahasa daerah-kah atau bikin yang baru sama sekali.
‘G(a)imana?
17-03-2007 @ 5:58
Akhirnya jadi tahu teorinya …
13-04-2007 @ 14:21
ada yg tau ngga bahasa indonesia yg baik dan benar dan dapat membedakan dng jelas antara orang asing sebagai stranger dan orang asing sebagai foreigner. sebab kalau aku melarang anak kecil berbicara dengan orang asing mereka selalu mengira kalau orang asing itu bule.makasih sebelumnya
26-11-2007 @ 14:13
mana yang benar?detail atau detil?
26-11-2007 @ 14:30
ada lagi.. provinsi atau propinsi?
24-01-2008 @ 13:32
benar juga kata dosen saya,,,itu lo tentang kreativitas saya jadi g salah nulis lagi,,,kebetulan gi nyusun jadi so thank U banget deh………..”"”
11-05-2008 @ 17:10
saya sangat setuju penjelasan yang dilakukan oleh polisi EYD tentang kata kreativitas. tapi alangkah bijaknya jika contoh yang diambil bukan dari media online karna kita sama-sama tahu jika media online itu sangat up-date sehingga kemungkinan salah ketik atau salah berbahasa itu sangat besar. alngkah baiknya jika contoh juga diambil dari media yanh telah diedit oleh staf bahasanya. ini hanya usulan. usul saya bagaimana jika pengasuh polisi EYD lebih selektif dalam memilih contoh. maju terus.