17-01-2006
(Satu Lagi) Catatan untuk Pengguna KBBI
Memulai pembicaraan tentang KBBI mungkin bisa dianalogikan dengan membuka sekaleng cacing, banyak masalah merayap keluar. Salah satu yang dipicu entri Catatan untuk Pengguna KBBI adalah masalah ketidakkonsistenan cara penulisan lema yang baku. Di antaranya, Mas Soleh mempertanyakan masalah Peluluhan, yaitu mengapa “mensosialisasikan” dan tidak “menyosialisasikan”? Tentu saja yang paling mampu menjawab adalah anggota tim penyusun KBBI itu sendiri alih-alih kita yang sekadar pengguna. Nah, sementara menunggu masukan mereka, Mas Soleh mungkin bisa terbantu dengan catatan berikut yang selama ini digunakan sebagai panduan kami para editor.
(1) Peluluhan berlaku apabila awalan “meng-” langsung diikuti huruf pertama kata dasar yang berawalan “k, p, s, t” yang
(2) tidak diawali gugus atau gabungan konsonan, dan
(3) peluluhan tidak berlaku apabila awalan “meng” diikuti huruf pertama awalan “per-”.
Berikut beberapa contohnya. Untuk butir
(1) kabar–>mengabarkan, pacu–>memacu, sadar–>menyadari, taat–>menaati;
(2) kritik–>mengkritik, prihatin–>memprihatinkan, syarat–>mensyaratkan, transfer–>mentransfer;
(3) “mempermasalahkan” bukan “memermasalahkan”.
Jadi, berdasarkan aturan di atas, yang benar adalah “memedulikan, memengaruhi, memercayai, memerhatikan”. Bagaimana dengan “punya”, yang seharusnya jadi “memunyai” tapi di KBBI tetap “mempunyai”? (Demikian juga dengan “sosialisasi” yang tetap “mensosialisasikan?) Mengapa bisa begitu? Untuk mengetahui jawaban pastinya, kembali kita harus menunggu pencerahan dari anggota tim penyusun KBBI.

17-01-2006 @ 12:11
Sekaleng cacing.. waduh.
Maaf, hanya sekadarnya saja.
17-01-2006 @ 12:49
boleh numpang bertanya? bagaimana untuk kata “kaji” dan “set” (yg ini kata serapan)?
17-01-2006 @ 17:19
Aturan peluluhan ini yang sering membuat orang, di antaranya adalah saya, bingung. Kok tidak konsisten, ya? Saya termasuk yang “ingkar KBBI” dengan mengatakan bahwa “menyosialisasikan” adalah kata yang benar, meskipun tahu KBBI menulis “mensosialisasikan”. Alasan saya adalah kekonsistenan dengan bentuk lain. Namun, sejujurnya saya tidak begitu yakin juga.
Kemudian banyak pula yang berargumen bahwa kata serapan dari bahasa asing tidak mengalami peluluhan. Jadi, katanya, karena “sosial” adalah kata serapan, maka kata turunan yang diterima adalah “mensosialisasikan”. Saya katakan, bagaimana dengan kata “kontak”, “kontrak”, “koreksi”, “sublim”, dan lain-lain? Kita ternyata menerima kata “mengontak”, “mengontrak”, “mengoreksi”, dan “menyublim”.
Lagi pula, bukankah “sabar”, “sehat” juga adalah kata serapan? Sementara itu, kita juga menerima kata “penyabar” dan “menyehatkan”.
18-01-2006 @ 7:18
Mas Mahli: “kaji” -> “mengaji” (mendaras Alquran) dan -> “mengkaji” (menelaah); “set” ->mengeset (karena “set” bersuku satu)
Polisi EYD: Mungkin jawabannya ada dalam Buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Edisi Ke-3, Hasan Alwi [et al.], 1998. Yang saya punya edisi tahun 1988. Tahun lalu saya pernah mencoba mengajukan permintaan buku tersebut (dan beberapa acuan produk Pusat Bahasa lainnya) langsung ke Kepala Pusat Bahasa, sayang sampai saat ini belum ada tanggapan.
18-01-2006 @ 7:37
Terima kasih atas jawabannya, Mbak Rina. Apakah tidak mungkin yah dibuat suatu aturan yang pasti, misalnya, bila satu kata serapan sudah digunakan secara luas selama lebih dari 20 tahun, maka kata serapan tersebut mengikuti aturan peluluhan yang umum. Bila masih baru, maka tidak diluluhkan…
18-01-2006 @ 11:06
Dan tidak heran mengapa saya jarang sekali mendapat nilai baik di pelajaran bahasa indonesia SMP & SMU.
Lucunya, bahasa Eropa (Inggris, Perancis dan Italia) pun banyak terdapat “irregularities” dan perkecualian dalam tata bahasa dan pengejaan katanya, akan tetapi bila anda membuka kamus mereka kemungkinan besar hal-hal tersebut telah diregulasi.
Mungkin karena bahasa Indonesia masih berusia muda. ???
ciao
30-01-2006 @ 14:40
Informasi terakhir yang saya peroleh langsung dari Balai Pustaka: KBBI III sampul merah–harga Rp240.000, buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia– Rp60.000. Silakan hubungi Ibu Endang di 021 385 5738. Menurut pengalaman saya, kalau beli minimal 5 bisa dapat diskon sebesar 25%.
17-02-2006 @ 1:13
Untuk kata mengkritik, saya kurang jelas mengapa tidak ada peluluhan kata. Bukankah kritik adalah sebuah kata dasar?
17-02-2006 @ 9:58
Pipit, karena “kritik” adalah kata dasar yang diawali gugus atau gabungan konsonan “kr”.
05-04-2006 @ 14:55
Untuk masalah peluluhan, saya memberi saran agar menggunakan asas “konsistensi”. Maksudnya, jika Anda menulis, gunakan kata-kata itu dari awal sampai akhir tulisan Anda. Jika Anda sudah menetapkan menggunakan kata “mengkritik”, gunakan terus di sepanjang tulisan Anda. Jangan diawal menggunakan “mengkritik”, tetapi di tengah tulisan Anda menggunakan “mengritik”.
Saya juga mau tanya ke pak/bu Polisi atau semuanya yang membaca tulisan ini, apa bahasa bakunya reslesting (zipper/bhs. Inggris)? Saya mencari di KBBI kata itu tidak ada
06-04-2006 @ 10:06
Tulisan Pamusuk Eneste di Kompas membahas kata “ritsleting” ini.
28-09-2006 @ 0:13
blog ini asik banget loh. dapat memudahkan saya mengedit tulisan. ngomong2, penulisan ‘khusus’ yang benar itu bagaimana ya? ‘khusus’ atau ‘husus’? ‘makhsud’ atau ‘mahsud’? samapi sekarang saya masih bingung sekali. buat para polisi EYD, dimohon bantuannya. Tnks!
01-02-2007 @ 11:56
“makhsud” atau “mahsud”? yang benar adalah “maksud”
11-01-2008 @ 18:28
kalau menurut saya kita harus lihat dari etimologi katanya itu sendiri. Misalnya kata “punya” berasal dari kata “mpu” atau “mpunya”,mendapat awalan menjadi mempunyai.
18-04-2008 @ 13:40
yang dibuka kaleng berisi cacing, kok yang merayap keluar masalah, bukannya cacing. ini contoh yang salah nih.