Berhasil!

Seseorang dikatakan berhasil apabila orang itu—sebagai subjek yang aktif melakukan pekerjaan—mendatangkan hasil dari apa yang dikerjakannya. Saya berhasil membuka sebuah kaleng, artinya saya—bukan orang lain—melakukan pekerjaan membuka sebuah kaleng dan hasilnya adalah, misalnya, tutup kaleng yang terbuka dan cacing yang merayap keluar (karena saya ternyata membuka kaleng milik Rina Buntaran).

Nah, bagaimana dengan kalimat berikut ini?

Tiga kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring pukat harimau (trawl) beserta delapan ton ikan beraneka jenis berhasil ditangkap petugas Seksi Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (Kompas)

Hingga Rabu (26/1) petang, baru dua gerbong kereta api yang berhasil dipindahkan. Padahal, PT Kereta Api Indonesia sudah mengerahkan kereta derek dan ratusan pekerja dari Lawang dan Malang, Jawa Timur. (Liputan6)

Ja (23), tersangka penjahat yang dikenal mempunyai “ilmu belut” (lincin dan pandai menghilang) berhasil diringkus anggota Polsek Cibaliung. (Pikiran Rakyat)

Jadi, siapakah sebenarnya yang telah berhasil? Kapal penangkap ikan beserta ikan beraneka jenis ataukah petugas Seksi Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu (duh, panjang benar)? Dua gerbong kereta api ataukah kereta derek dan ratusan pekerja? Penjahat berilmu belut ataukah anggota Polsek Cibaliung?

Tentu saja yang berhasil itu adalah petugas Seksi Dinas Kententraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, kereta derek dan ratusan pekerja, serta anggota Polsek Cibaliung, bukan yang lain.

Kita tidak dapat mengatakan bahwa seorang pencuri berhasil ditangkap polisi (kecuali jika si pencuri itu sengaja membuat dirinya sendiri tertangkap). Katakan saja bahwa seorang pencuri telah ditangkap polisi. Polisilah yang berhasil.

19 komentar »


  1. Amal berkomentar,

    Jikalau demikian, kata berhasil dipakai hanya untuk kalimat aktif karena mengindikasikan keberhasilan subjek. Begitu diubah menjadi bentuk pasif, si subjek adalah “pelaku yang malang”.

    Hmm… “kesalahan” seperti ini masuk dalam kelompok penalaran, ya?

  2. Sirait berkomentar,

    berhasil bukan sebagai kata kerja, tapi kata keterangan?

  3. agusset berkomentar,

    Wah, baru tahu saya kalau ternyata seperti itu seharusnya penggunaan kata berhasil… artikel yang bagus!

  4. Rina Buntaran berkomentar,

    Bagaimana kalau begini. Yang “berhasil” adalah upaya “menangkap”. Jadi, dalam bentuk pasif, “berhasil” sebagai kata kerja (verb)tetap melekat pada “ditangkap” sebagai kata keterangan (adverb). Dengan begitu, ketiga kalimat di atas tidak salah.

  5. ID berkomentar,

    Setelah membaca ini saya sadar betapa sulitnya berbahasa Indonesia :) )

  6. kere kemplu berkomentar,

    uh, “berhasil digagalkan”! apa pula itu?
    ah jangan-jangan kegandrungan kepada kata “berhasil” ini dimulai dari kalangan wartawan yang ngepos di kepolisian (dan bea cukai), karena mereka tertulari oleh gaya bahasa aparatchik

  7. Imponk berkomentar,

    kuncinya adalah “berhasil me-” kan?

  8. Rina Buntaran berkomentar,

    Padanannya dalam Bahasa Inggris mungkin “The perpetrators were successfully apprehended and prosecuted …”, di mana “successfully” adalah keterangan dari “apprehended”. (Coba cek di Google.)

  9. Pujiono berkomentar,

    Jadi, kata “berhasil” dalam ketiga kalimat di atas itu verba atau adverb? Jika “berhasil” pada kalimat di atas dikatakan sebagai verba, maka kalimat itu salah secara logika (tapi agak membingungkan secara gramatika).

    Namun, jika “berhasil” pada kalimat di atas adalah adverb maka kalimat di atas benar secara gramatika (tapi membingungkan secara logika).

  10. Rina Buntaran berkomentar,

    Iya, Mas Pujiono, saya memang bingung, sebab di KBBI “berhasil” hanya bisa sebagai Verb, sedangkan “successfully” adalah Adverb. Asyik ya, Mas, kalau bingung begini!

  11. macchiato berkomentar,

    Saya setuju dengan: berhasil dimaksudkan dalam konteks ia sebagai kata keterangan (adverb). Di-Inggris-kan mungkin, successfully. Sulit mencari padanan bahasa Indonesianya.

  12. sandy berkomentar,

    Kata “berhasil” di sini adalah kata kerja (verba). “ditangkap…”, “diringkus…”, “dipindahkan…”, dan “di-…” yang lain adalah pelengkap dalam istilah bahasa indonesia. Dalam kasus ini, yang berhasil itu “penangkapan”, “peringkusan”, dan lain-lain. Sebenarnya banyak kalimat-kalimat dengan pola demikian yang tanpa sadar kita gunakan sehari-hari. Misalnya: Anak itu suka -dalam arti “sering”- dimanja oleh orang tuanya. (bukan: “anak itu suka -> dimanja”, melainkan “anak itu -> suka dimanja). Tentu saja kedua pengertian tadi bisa saja benar. Satu lagi contoh agar lebih jelas: Anak itu senang dipermainkan oleh teman-temannya. Yang senang siapa hayo?? Inilah kekurangan bahasa Indonesia. Saya pernah membaca suatu tulisan: “Dia adalah anak pejabat yang kaya.” Pertanyaannya, yang kaya itu siapa? Anak pejabat? Pejabat? Kalau anak pejabat, mestinya ditulis “anak dari pejabat yang kaya”, tapi kalau yang kaya itu pejabat, mesti ditulis “anak dari pejabat kaya”. Kadang-kadang hal-hal sepele seperti ini kurang diperhatikan dan seringkali membuat kening para penutur asing berkerut.

  13. sandy berkomentar,

    maaf, saya lupa menulis huruf kapital pada kata “pelengkap”. Seharusnya “Pelengkap”, ikut-ikut Mbak Rina :)

  14. iwank berkomentar,

    jadi ingat dulu guru bahasa indonesia saya pernah membahas topik ini juga
    duh jadi inget SMA dulu

  15. roy berkomentar,

    Saya prihatin atas kebiasaan buruk teman-teman jurnalis (termasuk di tempat saya bekerja) yang tidak mengindahkan kaidah kebahasaan saat menulis berita. Meski kadang apatis sekaligus skeptis, saya sering meng(k)ritik teman-teman yang salah memilih kata dalam penulisan berita. Kata “berhasil” adalah salah satu kata yang paling sering disalah-tempatkan. Kalau saja mereka mau memahami pola subyek - predikat - obyek dalam kalimat, mungkin kesalahan menempatkan “berhasil” bisa dikurangi, atau bahkan dihindari sama sekali. Tapi kapan ya…?

  16. Aulia berkomentar,

    diriku tidak berhasil mengerti

  17. yoga asmara berkomentar,

    apalagi diriku

  18. Bramasta berkomentar,

    berhasil mempunyai arti lebih dari satu

  19. Bramasta berkomentar,

    berhasil mempunyai arti lebih dari satu.


Komentar Anda:


Alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>