SelanjutnyaSebelumnya

Nuansa Bukan Suasana
Oleh Pujiono

Coba ucapkan sebuah kata ini: nuansa. Ucapkan berulang-ulang dan rasakan maknanya menurut pikiran Anda sendiri.

Kebanyakan orang berpikir bahwa kata nuansa mengandung arti yang indah, cantik, lembut, dan aneka makna positif yang lain. Tidak heran jika kemudian RCTI, stasiun televisi swasta tertua di Indonesia, menamai sebuah acara berita pagi mereka “Nuansa Pagi”. Seingat saya, sejak saat itu banyak orang yang menggunakan kata nuansa dengan tidak tepat, misalnya:

Perayaan Natal tahun ini membawa nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. (Kompas)

Dengan nuansa pengamanan yang ketat, capres Hamzah Haz berdialog dengan sekitar 500 masyarakat Aceh yang kebanyakan kaum perempuan. (detikcom)

Padahal, apa sebenarnya arti kata nuansa itu?

Menurut KBBI halaman 694, kata nuansa mempunyai dua arti, yaitu:

n 1 variasi atau perbedaan yg sangat halus atau kecil sekali (tt warna, suara, kualitas, dsb) 2 kepekaan thd, kewaspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yg kecil sekali (tt makna, perasaan, atau nilai)

Dua arti kata nuansa itu tampaknya sangat cocok dengan arti kata nuance dalam bahasa Inggris, yaitu:

1. A subtle or slight degree of difference, as in meaning, feeling, or tone; a gradation.
2. Expression or appreciation of subtle shades of meaning, feeling, or tone: a rich artistic performance, full of nuance.

Memang, kata nuansa berasal dari kata berbahasa Inggris nuance dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kata suasana seperti yang biasa kita pakai sehari-hari. Intinya adalah, jangan terbuai oleh rangkaian huruf yang enak didengar atau kemiripan bunyi dengan kata lain. Jika tidak memahami arti sebuah kata, lebih baik kita menelitinya kembali di kamus. Bukan begitu, Mba Rina?

Masalah Penanggalan

Penanggalan adalah hal yang akrab bersinggungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Namun, ternyata permasalahannya masih mengemuka di antara para pengguna.

Ada yang menulis November, ada pula yang menulis Nopember. Ada Februari, ada Pebruari. Ahad atau Minggu? Sabtu atau Saptu? Jumat? Jum’at?

Berikut adalah penulisan nama hari dan bulan yang benar.

Senin (bukan Senen)
Selasa
Rabu (bukan Rebo)
Kamis (bukan Kemis)
Jumat (bukan Jum’at)
Sabtu (bukan Saptu)
Minggu (boleh ditulis Ahad)

Januari
Februari (bukan Pebruari)
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November (bukan Nopember)
Desember

Nah, kalau begitu, bagaimana dengan ITS? Apakah kata “Nopember” di dalam singkatan ini diperbolehkan, mengingat ITS adalah sebuah nama sehingga tidak terikat dengan kaidah ejaan? Ataukah mereka tetap harus tunduk pada kaidah ini?

(Satu Lagi) Catatan untuk Pengguna KBBI

Memulai pembicaraan tentang KBBI mungkin bisa dianalogikan dengan membuka sekaleng cacing, banyak masalah merayap keluar. Salah satu yang dipicu entri Catatan untuk Pengguna KBBI adalah masalah ketidakkonsistenan cara penulisan lema yang baku. Di antaranya, Mas Soleh mempertanyakan masalah Peluluhan, yaitu mengapa “mensosialisasikan” dan tidak “menyosialisasikan”? Tentu saja yang paling mampu menjawab adalah anggota tim penyusun KBBI itu sendiri alih-alih kita yang sekadar pengguna. Nah, sementara menunggu masukan mereka, Mas Soleh mungkin bisa terbantu dengan catatan berikut yang selama ini digunakan sebagai panduan kami para editor.

(1) Peluluhan berlaku apabila awalan “meng-” langsung diikuti huruf pertama kata dasar yang berawalan “k, p, s, t” yang
(2) tidak diawali gugus atau gabungan konsonan, dan
(3) peluluhan tidak berlaku apabila awalan “meng” diikuti huruf pertama awalan “per-”.

Berikut beberapa contohnya. Untuk butir

(1) kabar–>mengabarkan, pacu–>memacu, sadar–>menyadari, taat–>menaati;
(2) kritik–>mengkritik, prihatin–>memprihatinkan, syarat–>mensyaratkan, transfer–>mentransfer;
(3) “mempermasalahkan” bukan “memermasalahkan”.

Jadi, berdasarkan aturan di atas, yang benar adalah “memedulikan, memengaruhi, memercayai, memerhatikan”. Bagaimana dengan “punya”, yang seharusnya jadi “memunyai” tapi di KBBI tetap “mempunyai”? (Demikian juga dengan “sosialisasi” yang tetap “mensosialisasikan?) Mengapa bisa begitu? Untuk mengetahui jawaban pastinya, kembali kita harus menunggu pencerahan dari anggota tim penyusun KBBI.