06-02-2006
Inilah Kata-kata yang Sering Dihamburkan
Tulisan “Hindari Pemborosan Kata” menampilkan beberapa kalimat yang mengandung pemborosan, yang sebenarnya dapat dihilangkan agar membuat kalimat menjadi efektif.
Berikut adalah daftar kata atau frasa yang sering dipakai tidak hemat tetapi banyak dijumpai penggunaannya.
Boros:
1. sejak dari
2. agar supaya
3. demi untuk
4. adalah merupakan
5. seperti … dan sebagainya
6. misalnya … dan lain-lain
7. antara lain … dan seterusnya
8. tujuan daripada
9. mendeskripsikan tentang
10. berbagai faktor-faktor
11. daftar nama-nama
12. mengadakan penelitian
13. dalam rangka untuk
14. berikhtiar dan berusaha untuk memberikan pengawasan
15. mempunyai pendapat
16. melakukan pemeriksaan
17. menyatakan persetujuan
18. Apabila …, maka
19. Walaupun …, namun
20. Berdasarkan …, maka
21. Karena … sehingga
22. Namun demikian,
23. sangat … sekali
Hemat:
1. sejak atau dari
2. agar atau supaya
3. demi atau untuk
4. adalah atau merupakan
5. seperti atau dan sebagainya
6. misalnya atau dan lain-lain
7. antara lain atau dan seterusnya
8. tujuan tanpa daripada
9. mendeskripsikan tanpa tentang
10. berbagai faktor
11. daftar nama
12. meneliti
13. untuk tanpa dalam rangka
14. berusaha mengawasi
15. berpendapat
16. memeriksa
17. menyetujui
18. Apabila …, tanpa kata penghubung
19. Walaupun …, tanpa kata namun
20. Berdasarkan …, tanpa maka
21. Karena … tanpa sehingga, atau sehingga tanpa karena …
22. Namun, tanpa demikian atau Walaupun demikian
23. sangat tanpa sekali, atau sekali tanpa sangat

06-02-2006 @ 15:03
Kan saya sudah sudah bilang bahwa masalah kita itu problem… heheh
06-02-2006 @ 16:18
Nah, daripada yang mana tidak sama sekalipun…
Kalau “blue jeans yang berwarna biru” termasuk pemborosan nggak ya?
06-02-2006 @ 17:05
kalau “walaupun demikian”?
tapi kenapa “seperti … dan lain sebagainya” salah ya? bukankah mereka berbeda (bingung kata-katanya). contoh: barang-barang yang dijual seperti buku, pensil dan lain sebagainya. jadi “seperti” mendeskripsikan barang yang dijual, “dan sebagainya” menyatakan ada barang-barang lain yang dijual. kalo menggunakan kalimat yang benar dari Pak Polisi, maka jadinya seperti apa? “barang-barang yang dijual seperti buku, pensil” (lalu untuk menyatakan barang-barang lain yang dijual gak ada dong?) atau “barang-barang yang dijual adalah buku, pensil dan sebagainya” (eh, ini benar apa salah?)?
btw, kalau pengulangan “perangkat lunak” itu yang benar seperti apa sih? perangkat lunak-perangkat lunak atau perangkat-perangkat lunak atau yang lain?
07-02-2006 @ 10:12
setuju dengan >3.
perlu dibedakan yang mana yang termasuk pemborosan (pleonasme) dan yang mana yang termasuk hiperbola. Sangat — sekali adalah hiperbola, sama seperti amat sangat –.
07-02-2006 @ 12:59
#3: Kata “seperti …” sudah menunjukkan bahwa ada benda lain selain yang disebutkan sehingga tidak perlu lagi tambahan “dan sebagainya”.
Contoh dalam kalimat: Toko itu menjual perlengkapan sekolah seperti buku, pensil, penggaris, dan sebagainya. (Boros, salah).
Toko itu menjual perlengkapan sekolah seperti buku, pensil, dan penggaris. (Hemat, benar).
Toko itu menjual perlengkapan sekolah, yaitu buku, pensil, penggaris, dan sebagainya. (Hemat, benar).
“Perangkat-perangkat lunak” adalah penulisan yang benar. Anda dapat pula melakukan cara lain dalam penulisan bentuk jamak: “beberapa perangkat lunak” atau “semua perangkat lunak”.
#4: Dalam tulisan formal, bentuk tersebut seharusnya dihindari.
08-02-2006 @ 8:18
Pak Polisi EYD, terima kasih untuk daftar kata-kata borosnya. Bagaimana dengan pemakaian “di” dan “dalam” yang sering digunakan bersamaan? Apakah itu termasuk pemborosan? Sebagai contoh, dalam kalimat “Ia ada di dalam rumah itu”, “di” dan “dalam” sama-sama berfungsi sebagai kata depan. Tidakkah lebih tepat menggunakan salah satu saja? (Kecuali dalam kalimat di mana “di” berfungsi sebagai kata depan sedangkan “dalam” berfungsi sebagai kata benda, seperti “Ia ada di dalam”.)
08-02-2006 @ 12:39
Saya penggemar PolisiEYD!
08-02-2006 @ 15:51
#6: Wah, iya, ya. Saya sepakat “di dalam rumah” termasuk pemborosan. (Padahal hanya 2 huruf, nih).
Oh, iya: “terima kasih untuk daftar kata-kata borosnya” juga pemborosan, lo.
20-02-2006 @ 10:58
Menarik juga tulisan tentang kata-kata yang sering dihamburkan, hal itu bermanfaat bagi saya sebagai penerjemah lepas.
03-03-2006 @ 7:18
Wah, nice blog!! Jadi bisa banyak belajar nih! Thx
16-03-2006 @ 16:24
Polisi EYD top deh, jadi tau mana yang salah & mana yang bener. cocok banget untuk copywriter
17-04-2006 @ 15:39
Mau tanya dong, mengenai penulisan kata dasar yang luruh apabila diberi awalan contoh:
patah–mematahkah akan tetapi kenapa proses–memproses bukan memroses. Contoh lain taat–menaati akan tetapi transfer–mentransfer.
18-04-2006 @ 6:58
Patricia, Anda bisa membaca tulisan Bu Rina, “(Satu Lagi) Catatan untuk Pengguna KBBI“, di blog ini.
29-05-2006 @ 19:49
It’s good that
we have a police agent around
for this very importance business.
06-06-2006 @ 8:50
bagus…, bagus…, bagus.
1 kali saja agar tidak boros
13-06-2006 @ 8:33
Selamat Pak Polisi EYD semoga menjadi penyelamat bahasa kita
(kata-katanya benar nggak ya ?):)
05-12-2006 @ 0:15
Selamat! Semoga blog ini dapat membuat bahasa Indonesia lebih kaya dan lebih baik dan benar. Saya ingin tahu, apakah di blog ini ada bagian yang menyertakan kata-kata asing dengan padanan bahasa Indonesia. Terus terang, saya gatal mendengar kata-kata asing yang begitu saja diserap dan digunakan tanpa mencari padanan kata terlebih dahulu. Ambil contoh: suspect flu burung, mengapa tidak diganti dengan diduga atau dicurigai flu burung. Apakah kata suspect memiliki makna yang tidak bisa diganti dengan kata diduga atau dicurigai? Terima kasih. (Semoga kalimat saya nggak ada yang salah)
13-02-2007 @ 11:40
Februari atau Pebruari?
Pebruari
-Kamus Inggris - Indonesia oleh John Echol & Hassan Shadili edisi tahun 2000.
-www.telkom.co.id
-gramedia.com
Februari
-www.bahasa-sastra.web.id
-www.kompas.com
-www.indonesia.go.id
-www.depdiknas.go.id
-www.bankmandiri.co.id
29-04-2007 @ 17:01
Pak Polisi, apakah “juru” sama kedudukannya dengan “antar”, “adi”, “pra”, “non”, dll, yang harus disatukan penulisannya sehingga menjadi “jurubicara”, “jurukamera”, “jurutulis”, “jururawat”, “jurumasak”, dsb? Saya lihat media cetak di Indonesia memisahkan “juru” dan kata-kata yang diikutinya. Makasih atas pencerahan dari Anda, Pak Polisi!
08-05-2007 @ 22:14
ini polisi apa poldur sih? kok koran tempo nggak pernah disemprit sama sampeyan !
09-05-2007 @ 23:05
bagaimana dengan warna biru, bunga mawar, burung elang, dan ikan hiu?? dlm bahasa inggris tidak ada yang mengucapkan blue colour, rose flower, eagle bird dan shark fish.. cukup blue, rose, eagle, & shark
25-05-2007 @ 11:11
Mau nanya dan memastikan…
yang benar Bus atau Bis (yg baku Bus kan)
Kemudian PT Vision (PT tidak pakai .(titik) kan)?
thanks untuk jawabannya
04-06-2007 @ 17:46
#8 pak polisi, saya rasa itu bukan pemborosan karena “rumah” dalam konteks itu bisa berupa bangunan ataupun rumah dan halamannya. saya rasa “di dalam rumah” adalah untuk menunjukan bahwa si “ia” ada di dalam bangunan rumah, bukan di pekarangan ataupun di kebun yang menjadi bagian dari sebuah rumah. Atau ada istilah khusus dalam Bahasa Indonesia untuk menerjemahkan “home” yang mempunyai makna berbeda dengan “house”?
01-12-2007 @ 14:15
Penggunaan EYD sangat dibutuhkan,dan itu sngat perlu, tetapi banyak terlihat dipasaran pemakaian EYD tidak tepat pada sasaran dan ini perlu ditindak lanjuti oleh ketatabahasaan pusat. contoh seperti penulisan Kuitansi ini yang sebenarnya, tetapi yang beredar dipasaran KWITANSI ini tolong diperhatikan.
26-12-2007 @ 1:39
SAYA SELAKU GURU BAHASA INDONESIA SMA SANGAT SENANG ADANYA KOTAK KOMENTAR, PAK SAYA INGIN BELAJAR LEBIH BANYAK LAGI TENTANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN BAHASA INDONESIA BAGAIMANA CARANYA, ATAU ADAKAH BUKU PANDUAN TERLENGKAP TENTANG PELAJARAN BAHASA INDONESIA??
26-12-2007 @ 1:43
PAK BERITA YANG DITAYANGKAN POLISI EYD INI , APAKAH BISA DICOPY UNTUK DIAJARKAN PADA SISWA?
30-01-2008 @ 12:30
kasi artikel dong dengan penulisan huruf kapital dalam perincian surat lamaran kerja?nama,alamat dll.terus rincian yang benar mana dulu?nama,alamat,ttl,pendidikan?atau gimana?
24-03-2008 @ 12:07
Keberadaan Anda benar2 berguna untuk “kelangsungan hidup” bahasa Indonesia. Biar bangsa ini nggak kehilangan pegangan gitu lho..