Selanjutnya

Hipnosis atau Hipnotis?

Kedua kata adalah benar, yang sering kali salah adalah pemakaiannya.

Hipnosis adalah “keadaan seperti tidur karena sugesti…” (nomina), dan menghipnosis adalah “melakukan hipnosis” (verba). Sedangkan hipnotis adalah “berkenaan dengan hipnosis” (adjektiva).

Kata lain yang sejenis adalah analisis dan analitis. Kita menganalisis, bukan, tidak menganalitis?

Dengan demikian kalimat pada judul berita berikut ini adalah salah:
Republika: Pemilik Toko Dihipnotis, Rp 13 Juta Raib
Kompas: Janda Cantik Hipnotis Mahasiswi Pakai Permen
Pikiran Rakyat: Gagal Menghipnotis, Roh Dikeroyok Massa

Begitu kata K Bertens.

Katagori

republika.co.id: Banyak Keluarga Balita Gizi Buruk di Cirebon Menolak Dirawat di RS, alinea pertama:

Setiap balita gizi buruk apalagi masuk katagori “marasmus” diwajibkan untuk dirawat di rumah sakit dan biaya ditanggung Pemerintah Daerah, namun justru sebagian besar menolak perawatan di rumah sakit dengan alasan memerlukan biaya tambahan untuk para penunggu dan tidak bisa meninggalkan rumah.

Bukankah kata yang baku adalah kategori? Tadinya saya pikir ini mungkin salah ketik saja, tetapi ternyata saya banyak menemukan katagori di artikel lain.

Didalam Standard

Mencari Jati Diriā„¢: Berapa Harga Anda?, alinea terakhir:

Mungkin sebaiknya pemerintah atau badan independent membuat standard nilai dari Sistem Informasi, jadinya kalau ada yang nanya berapa nilai kontrak untuk sebuah sistem informasi x, saya akan menjawab silahkan merujuk kepada standard no. xxx :p. Didalam dunia Teknik Sipil, setahu saya standard harga ini ada, dan diterbitkan oleh secara berkala oleh pemerintah (CMIIW)

Kata yang baku adalah standar, meskipun menjadi standardisasi ketika diberi akhiran -isasi. Dan frasa didalam seharusnya adalah di dalam, karena kata dalam merujuk pada tempat.

Juga kata silahkan, kata bakunya adalah silakan.