Sebelumnya

Menyolok?

Petikan kalimat berikut ini saya kutip dari beberapa blog.

Perbedaan yang sangat menyolok saat ini adalah dalam hal atmosfir kehidupan bangsa Indonesia pasca reformasi. (Intelijen Indonesia)

Perbedaan menyolok antara rusun Perumnas [HDB = Housing Development Board] dengan kondominium adalah pagar dan satpam. (matahari dan bintang)

Dijual di pasaran biasanya dengan simping sejenis kerupuk tawar agak gurih dengan warna-warna yang menyolok mata. (Road to Mandalay)

… tidak ada pembatas, tidak ada perbedaan yang menyolok antara si rakyat dan sang pemimpin. (Guratan Pena)

… ada tulisan yang cukup menyolok, mengumumkan bahwa kali ini tengah “digarap” lewat program Kali Besar Bersih sebagai bagian dari Revitalisasi Kota Tua oleh Jakarta Old Town-Kotaku… (Jakarta: Beautiful city for learning)

Ada kata colok, sebuah kata kerja yang salah satu artinya adalah mudah kelihatan, sangat nyata kelihatan, jelas benar. Seperti juga kata-kata lain yang huruf awalnya c, kata ini pun jika diberi awalan me-, huruf c tidak luruh sehingga kata turunannya menjadi mencolok, yang maknanya sama dengan kata colok tadi.

Ada juga kata solok, sebuah kata benda yang berarti pemberian (berupa bahan makanan) kepada orang yang mengadakan pesta perkawinan. Nah, jika diberi awalan me-, kata turunannya tentu saja menyolok, artinya memberikan sumbangan berupa solok.

Jadi, jika yang Anda maksud adalah mudah, jelas, dan sangat nyata kelihatan, tulislah mencolok, bukan menyolok.

Ah ya, khusus untuk petikan pertama, kata yang tepat adalah atmosfer dan pascareformasi.

Dari dan Daripada

Mari kita perhatikan dua petikan paragraf berikut ini.

Warga Kota Semarang keberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif antara 30 sampai 60 persen. Angka ini jauh lebih besar dari persentase kenaikan harga BBM. (Liputan6.com: Masyarakat Mengeluhkan Kenaikan Tarif Angkutan)

Pelabuhan yang jauh lebih kecil dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut. Bahkan, lebih sibuk dari siang harinya. (Media Indonesia: Mengungkap Penyelundupan Mobil Mewah)

Kata dari dan daripada tidak sama pemakaiannya. Kata dari dipakai untuk menunjukkan asal sesuatu, baik bahan maupun arah, sedangkan kata daripada berfungsi membandingkan.

Di dalam petikan pertama terdapat pula kata keberatan yang salah penggunaannya. Keberatan adalah kata benda, bermakna perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, dan sebagainya. Contoh pemakaiannya dalam kalimat: Terasa benar keberatan naiknya harga BBM itu bagi rakyat.

Kata yang tepat yang seharusnya digunakan dalam kalimat tersebut adalah berkeberatan, sebuah kata kerja yang berarti merasa berat, kurang setuju. Kata keberatan sebagai kata kerja biasanya digunakan dalam ragam percakapan. Dalam entri yang terpisah, akan kita bahas pula tentang kebiasaan menanggalkan awalan ber- yang salah ini.

Perhatikan lagi “kalimat” berikut yang diambil dari petikan kedua.

Bahkan, lebih sibuk dari siang harinya.

“Kalimat” di atas tidak memiliki subjek sebagai syarat lengkapnya sebuah kalimat. Kalimat dalam ragam resmi, baik tertulis maupun percakapan, sekurang-kurangnya harus memiliki subjek dan predikat.

Jadi, kalimat-kalimat tersebut seharusnya ditulis seperti berikut.

Warga Kota Semarang berkeberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan setempat yang menetapkan kenaikan tarif antara 30 sampai 60 persen. Angka ini jauh lebih besar daripada persentase kenaikan harga BBM.

Pelabuhan yang jauh lebih kecil daripada Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut. Bahkan, pelabuhan tersebut lebih sibuk daripada siang harinya.

Kalimat di atas dapat pula ditulis seperti berikut.

Pelabuhan yang jauh lebih kecil daripada Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu cukup sibuk, Jumat (8/7) dini hari tersebut, bahkan lebih sibuk daripada siang harinya.

Pemukiman atau Permukiman?

Kalimat berikut ini saya kutip dari paragraf pertama di nofieiman.com: Jatuhnya Mandala Airlines di Medan.

Tak sampai satu kilometer sejak lepas landas, pesawat secara tiba-tiba oleng, lalu jatuh di pemukiman dan jalan tak jauh dari bandara Polonia.

Kata pemukiman memang bersaing pemakaiannya dengan kata permukiman. Demikian pula kata putusan bersaing dengan kata keputusan, sedangkan kata simpulan bersaing dengan kata kesimpulan. Manakah bentukan yang benar?

Pembentukan kata turunan dalam bahasa Indonesia sebenarnya mengikuti aturan yang konsisten. Di antara bentukan tersebut terdapat hubungan yang teratur satu sama lain. Perhatikan pola pembentukan kata berikut ini.

tani, bertani, petani, pertanian
silat, bersilat, pesilat, persilatan
dagang, berdagang, pedagang, perdagangan
mukim, bermukim, pemukim, permukiman

Perhatikan pula pola lain dalam pembentukan kata berikut ini.

pakai, memakai, pemakai, pemakaian, pakaian
baca, membaca, pembaca, pembacaan, bacaan
putus, memutuskan, pemutus, pemutusan, putusan
ringkas, meringkas, peringkas, peringkasan, ringkasan
simpul, menyimpulkan, penyimpul, penyimpulan, simpulan

Anda punya contoh yang lain? :)