SelanjutnyaSebelumnya

Mengkedepankan Akuntabiliti

www.riaupos.com: Gubri: Penuhi Janji kepada Masyarakat, paragraf ke-9:

Gubri mengimbau kepada wli kota dan wkil wali kota pilihan rakyat, agar dalam menjalankan roda pemerintahaan mengkedepankan partisipatif masyarakat serta transparan dan mempertibangkan akuntabiliti dalam menyusun program kerja.

Kata yang benar: walikota, mengedepankan, akuntabilitas.

Beberapa kata sepertinya salah ketik, tetapi sangat disayangkan karena kesalahan ketik ini bertebaran di mana-mana. Hal yang tidak patut untuk ukuran sebuah koran.

Oh ya, kalau ada yang bertanya, kata “mengimbau” sudah benar. Kata yang baku adalah “imbau” sehingga kata turunannya adalah mengimbau, diimbau, imbauan.

Terima kasih Firman, yang telah menyerahkan berkas perkara. :)

Dibalik?

rony.digitalmediaworks.web.id: Dibalik Cerita Dahyang Sumbi.

Pemakaian kata depan di dan awalan di- yang sering tertukar adalah termasuk kesalahan yang paling banyak dilakukan. Beberapa kesalahan tersebut dapat langsung kita lihat dari kata yang mengikutinya. Misalnya, kata “dipasar” sudah tentu salah karena pasar adalah kata benda sehingga penulisan yang benar adalah “di pasar”. Demikian juga halnya dengan kata “di makan”, sudah jelas salah karena makan adalah kata kerja sehingga kata tersebut seharusnya ditulis “dimakan”.

Namun ada pula kata benda yang dapat diperlakukan sebagai kata kerja, atau yang berubah menjadi kata kerja setelah diberi awalan me- atau di- sehingga penambahan awalan di- ataupun kata depan di tidak bisa serta merta kita nilai kesalahannya tanpa melihat konteks kalimat secara keseluruhan.

Penulisan kata “dibalik”, misalnya, adalah benar pada kalimat “Agar tidak kotor, kertas itu harus dibalik“, tetapi salah pada kalimat “Siapa otak dibalik pembunuhan itu?”.

Andaikan kalimat Fakta Dibalik Ledakan Bom London adalah benar, maka kalimat tersebut bisa kita tulis ulang menjadi Ledakan Bom London Membalik Fakta. Apakah itu yang dimaksud dalam kalimat ini? :)

Hasil pencarian di Google menghasilkan begitu banyak kesalahan pemakaian kata “di balik”. Dari sekitar 29.300 situs yang muncul, 90 situs pertama yang saya amati menggunakan kata “dibalik” yang salah alih-alih “di balik”.

Ayo, di balik kesibukan menulis, penulisan kata depan dan awalan di jangan dibalik, ya!

Pemboman

jalansutera.com: Pemboman itu Keji!

Kata turunan yang benar bukanlah pemboman tetapi pengeboman. Komentar Ronny pada entri tersebut benar: kata-kata yang terdiri dari satu suku kata jika diberi awalan pe- atau me- maka harus diberi sisipan -nge-.

Dengan demikian kata yang benar adalah mengebom, pengebom, pengeboman, mengecat, pengecatan, mengelap, pengelapan, mengetes, pengetesan, mengepel, pengepelan, mengecek, pengecekan, mengecor, pengecoran, mengelem, pengeleman, dan seterusnya.

Media massa pun terlihat tidak seragam dalam menerapkan kaidah ini. Misalnya, ada media yang menulis pemboman ada pula yang menulis pengeboman. Nasib yang kurang lebih sama juga dialami oleh kata telepon dan telefon, tarip dan tarif, Pebruari dan Februari, Nopember dan November, praktek dan praktik, apotik dan apotek, dan seterusnya.

Salah satu sifat bahasa adalah arbitrer—manasuka, sehingga kata-kata yang telah mengendap lekat pada setiap penutur bahasa—meskipun keliru—itulah yang akhirnya menjadi “peraturan baku” yang sulit diubah. Jika kita ingin mengubahnya—dan itulah idealnya—diperlukan upaya yang luar biasa karena kita akan berhadapan langsung dengan masyarakat penutur bahasa yang sudah merasa nyaman dengan penggunaan kata-kata tersebut.