25-01-2006
Berhasil!
Seseorang dikatakan berhasil apabila orang itu—sebagai subjek yang aktif melakukan pekerjaan—mendatangkan hasil dari apa yang dikerjakannya. Saya berhasil membuka sebuah kaleng, artinya saya—bukan orang lain—melakukan pekerjaan membuka sebuah kaleng dan hasilnya adalah, misalnya, tutup kaleng yang terbuka dan cacing yang merayap keluar (karena saya ternyata membuka kaleng milik Rina Buntaran).
Nah, bagaimana dengan kalimat berikut ini?
Tiga kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring pukat harimau (trawl) beserta delapan ton ikan beraneka jenis berhasil ditangkap petugas Seksi Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (Kompas)
Hingga Rabu (26/1) petang, baru dua gerbong kereta api yang berhasil dipindahkan. Padahal, PT Kereta Api Indonesia sudah mengerahkan kereta derek dan ratusan pekerja dari Lawang dan Malang, Jawa Timur. (Liputan6)
Ja (23), tersangka penjahat yang dikenal mempunyai “ilmu belut” (lincin dan pandai menghilang) berhasil diringkus anggota Polsek Cibaliung. (Pikiran Rakyat)
Jadi, siapakah sebenarnya yang telah berhasil? Kapal penangkap ikan beserta ikan beraneka jenis ataukah petugas Seksi Dinas Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu (duh, panjang benar)? Dua gerbong kereta api ataukah kereta derek dan ratusan pekerja? Penjahat berilmu belut ataukah anggota Polsek Cibaliung?
Tentu saja yang berhasil itu adalah petugas Seksi Dinas Kententraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, kereta derek dan ratusan pekerja, serta anggota Polsek Cibaliung, bukan yang lain.
Kita tidak dapat mengatakan bahwa seorang pencuri berhasil ditangkap polisi (kecuali jika si pencuri itu sengaja membuat dirinya sendiri tertangkap). Katakan saja bahwa seorang pencuri telah ditangkap polisi. Polisilah yang berhasil.
