SelanjutnyaSebelumnya

Tiap-Tiap dan Masing-Masing

Meskipun sepintas bermakna sama, kata tiap-tiap dan masing-masing berbeda dalam pemakaiannya. Kata tiap-tiap harus diikuti oleh kata benda, sedangkan kata masing-masing tidak boleh diikuti dengan kata benda.

Perhatikan kalimat yang dipetik dari paragraf keenam pada artikel Anggota KKP Diumumkan Pekan Depan yang dimuat di Kompas.

KKP nantinya beranggotakan 10 orang (lima dari Indonesia dan lima dari Timor Timur). Selain itu, masing-masing negara juga akan menunjuk tiga orang lainnya sebagai anggota cadangan.

Kalimat yang benar:

KKP nantinya beranggotakan 10 orang (lima dari Indonesia dan lima dari Timor Timur). Selain itu, tiap-tiap negara juga akan menunjuk tiga orang lainnya sebagai anggota cadangan.

Contoh lain yang benar:

Tiap-tiap anak diharuskan membawa buku yang diperlukan.

Berbagai media cetak di Indonesia memiliki gaya penulisan masing-masing.

Dua orang pendekar itu menggerakkan tubuh dan masing-masing telah mencabut tongkat mereka.

Dirgahayu Keberapa?

detikcom: Presiden SBY Tantang Wartawan, alinea keempat:

Rencananya pertandingan olah raga wartawan vs Kepala Negara tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Dirgahayu ke-60 RI pada pertengahan Agustus mendatang yang akan digelar di kediaman pribadi keluarga SBY, di Cikeas, Bogor.

Maaf, dirgahayu keberapa?

Membawahi dan Membawahkan

Ketika seseorang berhasil mengatasi sebuah masalah, itu artinya orang itu sudah menguasai masalah tersebut, seolah-olah dia berada di atasnya. Namun saat ini kita sudah sangat terbiasa menggunakan kata membawahi dengan makna yang sama dengan kata mengatasi. Presiden membawahi menteri diartikan dengan presiden adalah atasan menteri.

Padahal sebagaimana kata mengatasi, kata membawahi seharusnya juga adalah berarti berada di bawah yang lain sehingga kalimat ‘presiden membawahi menteri’ menjadi tidak tepat maknanya. Dengan demikian, kalimat yang sepatutnya adalah ‘presiden membawahkan menteri’ dan ‘menteri membawahi presiden’.

Sedangkan kata mengataskan dapat berarti ‘menganggap sesuatu lebih tinggi’ seperti pada kalimat: kita harus mengataskan kepentingan umum di antara kepentingan pribadi dan golongan.

Namun agaknya akan sangat sulit menghilangkan kesalahan ini.