Selanjutnya

Ke 478

www.jalansutera.com: Ondel-ondel, kalimat terakhir.

Hari ini Jakarta berulang tahun ke 478 tahun, semoga ondel-ondel tetap lestari…

Seharusnya ditulis ke-478, dan kalimat di atas dapat diubah menjadi:

Hari ini Jakarta berulang tahun yang ke-478, semoga ondel-ondel tetap lestari…

Contoh lain penulisan yang benar adalah abad ke-21, abad XXI, atau abad kedua puluh satu.

Mumpung sedang membicarakan ulang tahun; banyak juga dijumpai kesalahan pemakaian kata dirgahayu. Dirgahayu berarti “panjang umur” sehingga tidak perlu lagi diikuti dengan “yang kesekian” yang marak terlihat di spanduk-spanduk saat tujuhbelasan. Jadi kalimat “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-55!” seharusnya adalah “Dirgahayu Republik Indonesia!”

Nasi Goreng ?

weblogs.hianoto.net: Analogi Nasi Goreng, paragraf pertama:

Tentu saja bakalan banyak yang bertanya-tanya, koq Nasi Goreng dianalogikan ?? Apalagi masuk di category Dunia Kerja lagi, koq bukan di Ngiras ?? Ada apa dengan Nasi Goreng ??

Sedikit mengingatkan bahwa tanda baca titik, koma, titik dua, titik koma, tanda seru, dan tanda tanya harus selalu melekat pada kata yang mendahuluinya. Contoh lain penggunaan tanda baca yang sering kali salah adalah:

Mana yang akan kamu pilih : nasi goreng , mi rebus atau ketupat sayur ? Jangan semuanya !

Seharusnya:

Mana yang akan kamu pilih: nasi goreng, mi rebus, atau ketupat sayur? Jangan semuanya!